SIGI, MAL – Puluhan relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dipimpin Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah Muhammad Wahyuddin membersihkan puing bangunan terdampak gempa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Kamis (18/07/2026). Aksi ini meliputi rumah warga, masjid, hingga gereja.
Pembersihan diawali dari Masjid Al-Muhajirin dan rumah Aco di Desa Kamarora A. Selanjutnya, tim relawan ke Masjid Al-Mabrur di Desa Kamarora B, kemudian membersihkan Gereja Bala Keselamatan Korps 1 Kamarora di Distrik 4 Nokilalaki, Divisi Palolo. Beberapa rumah warga juga menjadi sasaran pembersihan.
Ketua DPW PKS Sulteng Muhammad Wahyuddin didampingi dua anggota DPRD dari PKS, yaitu Muh Rifay dari DPRD Kabupaten Sigi dan Takwin, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng. Mereka turut aktif dalam upaya pemulihan pascagempa ini.
Menurut Wahyuddin, aksi bersih-bersih ini tidak memandang latar belakang agama maupun suku. Bantuan diberikan murni atas dasar kemanusiaan, tanpa diskriminasi.
“Kami diizinkan membersihkan area gereja, baik di dalam maupun sekitar bangunan. Sekarang sudah terlihat lebih bersih,” kata Wahyuddin.
Saat membersihkan rumah ibadah, para relawan sempat dikejutkan oleh gempa susulan yang cukup keras. Hujan juga sempat menghentikan kegiatan saat pembersihan gereja. Relawan diinstruksikan berlindung di tenda yang dipasang di halaman gereja, bukan di dalam bangunan yang berisiko.
Pembersihan gereja memakan waktu lebih dari dua jam. Relawan berusaha mengangkat material bangunan yang rubuh, namun terkendala peralatan seadanya. Material berat dan besar sulit dievakuasi hanya dengan tenaga manusia.
“Semoga ada alat berat yang datang untuk bersihkan material ini. Untuk bangunan dalam, sudah bisa difungsikan kembali, tapi sebaiknya sebagai langkah mitigasi, kegiatan ibadah jangan dulu dilakukan di dalam bangunan,” kata Muhammad Wahyuddin, Ketua DPW PKS Sulawesi Tengah.
Sementara itu, masjid yang telah dibersihkan oleh relawan diperkirakan sudah bisa digunakan untuk ibadah salat, termasuk salat Jumat.
Wahyuddin berharap upaya relawan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang rumahnya rusak dan tidak layak ditempati, setidaknya bisa sedikit meringankan warga untuk berteduh sementara. ***

