PALU, MAL – Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin menerima audiensi ratusan sopir dan kru truk kontainer di halaman Kantor Wali Kota Palu, Rabu (9/9), untuk menyampaikan keluhan terkait penggunaan QR Code BBM subsidi yang kerap bermasalah dan tidak dapat digunakan di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Mamboro.

Aksi berlangsung damai dan kondusif. Pengamanan dilakukan aparat gabungan dari Kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Kota Palu.

Dalam pertemuan tersebut, Imelda didampingi Asisten II Setda Kota Palu Rahmat Mustafa, Perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Made Bilan, serta perwakilan Hiswana Migas Sulteng Faat.

Ketua Serikat Aliansi Buruh Sulteng Abdul Wahyudin mengatakan para sopir merasa dirugikan dengan sistem QR Code yang berlaku saat ini.

“Pihak kami mengeluhkan soal QR Code saat ingin mengisi BBM di SPBU selalu terkendala dan terblokir. Namun yang kami herankan, kendaraan lain saat mengisi solar aman-aman saja. Entah mereka menggunakan QR siluman, justru kami yang resmi menggunakan QR tidak terlayani karena terblokir,” kata Abdul Wahyudin.

Ia berharap Pertamina, Hiswana Migas, dan Pemerintah Kota Palu dapat memberikan solusi konkret agar distribusi BBM bagi angkutan logistik tidak terganggu.

Menanggapi keluhan tersebut, Perwakilan Pertamina Patra Niaga Made Bilan menjelaskan pemblokiran QR Code tidak hanya terjadi di Palu, tetapi juga dialami sebagian besar konsumen di wilayah lain.

Menurut Made, terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan QR Code atau barcode tidak dapat digunakan di SPBU. Di antaranya QR Code digunakan di wilayah lain atau dipinjamkan dalam waktu berdekatan dengan transaksi di Palu, transaksi dilakukan berulang dalam satu hari, volume transaksi tidak wajar atau melebihi kapasitas tangki kendaraan, serta pendaftaran dibantu jasa atau pihak ketiga sehingga QR Code diperjualbelikan dan digunakan pihak lain.

Untuk membantu konsumen yang terdampak, Pertamina membuka booth layanan “Subsidi Tepat” di SPBU Mamboro. Layanan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.

“Kami minta sopir membawa KTP, STNK dan kendaraannya untuk proses verifikasi dan aktivasi ulang agar bisa kembali menggunakan QR Code,” jelas Made Bilan.

Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin mengapresiasi aksi para sopir yang berlangsung tertib. Ia menegaskan Pemkot Palu akan menjadi jembatan komunikasi antara sopir, Pertamina, dan Hiswana Migas.

“Ke depan tidak ada lagi sopir yang terhambat mencari nafkah hanya karena persoalan sistem. Kami ingin BBM subsidi tepat sasaran, tapi juga tidak menyulitkan pelaku usaha logistik yang menjadi urat nadi ekonomi Kota Palu,” ujar Imelda.

Asisten II Setda Kota Palu Rahmat Mustafa mengatakan Pemkot Palu berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengevaluasi sistem dan melakukan sosialisasi lebih masif kepada para sopir agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman dalam penggunaan QR Code.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan para sopir memanfaatkan booth layanan di SPBU Mamboro. Sementara itu, Pemkot Palu dan Pertamina akan melakukan pendataan ulang serta monitoring distribusi BBM subsidi di lapangan.

Pertamina juga memastikan ketersediaan stok BBM saat ini masih aman.