SOROWAKO, MAL – Puluhan siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Sorowako mengikuti kegiatan Enviro Academy yang diselenggarakan PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Selama dua hari, para siswa diajak mengenal berbagai praktik pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan. Mereka berkesempatan melihat secara langsung area pembibitan (Nursery) hingga fasilitas pengelolaan sampah atau Segregation Plant milik PT Vale.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Di area Nursery, para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan cara membuat kompos dan biopori. Mereka juga diperkenalkan pada metode pengolahan kompos Takakura sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik.
Selanjutnya, para peserta mengunjungi Segregation Plant untuk mempelajari berbagai jenis sampah serta cara memilah dan mengelolanya dengan benar. Selain itu, mereka memperoleh pengetahuan mengenai penghematan air, energi terbarukan yang berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta berbagai upaya pengelolaan sumber daya yang diterapkan dalam kegiatan industri.
Supervisor of Waste Management PT Vale Indonesia Tbk, Andi Afiyuddin, mengatakan kegiatan Enviro Academy dilaksanakan karena pendidikan lingkungan masih relatif terbatas diperoleh anak-anak di luar lingkungan sekolah.
“Targetnya kami melakukan Enviro Academy karena melihat pengajaran lingkungan di luar masih sangat terbatas. Kami melihat perlunya mengajarkan tentang lingkungan sejak dini, sekaligus memperlihatkan kepada mereka mana yang baik dan mana yang buruk dalam pengelolaan lingkungan,” ujar Andi.
Menurutnya, pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini karena menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan.
“Kami meyakini pemahaman menjaga lingkungan harus dimulai sejak dini. Ini merupakan investasi berkelanjutan bagi masa depan. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari para pendidik yang mendampingi siswa selama mengikuti Enviro Academy.
Guru SD Lawewu, Ersin, mengaku bersyukur atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh siswa di ruang kelas.
“Sangat bersyukur kegiatan ini dilaksanakan. Harapan kami ke depan, kegiatan seperti ini dapat lebih sering dilakukan dan tidak hanya melibatkan sebagian kecil siswa, tetapi lebih banyak lagi siswa yang bisa ikut,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat membantu menumbuhkan budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar sejak dini.
Melalui Enviro Academy, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga pengalaman langsung mengenai berbagai praktik pengelolaan sumber daya dan sampah yang diterapkan di kawasan operasional PT Vale. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang. ***
