MOROWALI, MAL — PT Vale Indonesia Tbk terus mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali melalui penerapan skala prioritas bagi kontraktor yang berasal dari wilayah pemberdayaan perusahaan.
Head of Bahodopi Project IGP Morowali, Wafir, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat dari keberadaan proyek strategis tersebut.
Menurut Wafir, PT Vale menjalankan mekanisme pemberdayaan kontraktor lokal melalui kolaborasi dengan Asosiasi Kontraktor Lokal, dengan tetap mengacu pada regulasi dan kebijakan yang berlaku.
“Sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku, PT Vale akan berupaya untuk menerapkan skala prioritas dalam hal keterlibatan kontraktor lokal di daerah pemberdayaan IGP Morowali,” ujar Wafir.
Ia menjelaskan, perusahaan secara aktif membuka peluang bagi kontraktor lokal untuk terlibat dalam berbagai pekerjaan yang mendukung keberlangsungan proyek. Proses tersebut dilakukan melalui mekanisme prakualifikasi yang dirancang untuk memastikan kesiapan dan kompetensi penyedia jasa lokal.
Dalam dua tahun terakhir, tercatat sebanyak 40 kontraktor lokal berstatus terverifikasi telah mengikuti proses prakualifikasi menggunakan metode P2M. Dari jumlah tersebut, 27 kontraktor lokal telah terlibat secara langsung dalam pelaksanaan proyek.
Selain itu, keterlibatan pelaku usaha daerah juga tercermin melalui keikutsertaan 34 subkontraktor lokal yang bekerja di bawah perusahaan mitra utama PT Vale.
“PT Vale melaksanakan mekanisme pemberdayaan kontraktor lokal melalui kolaborasi dengan Asosiasi Kontraktor Lokal. Saat ini, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, dari 40 kontraktor lokal dengan status terverifikasi yang mengikuti prakualifikasi dengan metode P2M, terdapat 27 kontraktor lokal dan 34 subkontraktor lokal di bawah mitra utama yang sudah terlibat mendukung keberlangsungan proyek IGP Morowali,” kata Wafir.
Keterlibatan kontraktor dan subkontraktor lokal tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran pembangunan proyek IGP Morowali, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha lokal, memperluas kesempatan kerja, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. ***

