TOUNA – Pemerintah Desa (Pemdes) Urundaka meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa Urundaka, bertempat di aula Kantor Desa Urundaka, Kecamatan Ampana Tete, baru-baru ini.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Focus Grup Discussion (FGD) Stakeholder Meeting Tingkat Desa pada wilayah dampingan program inklusi Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) oleh PC Fatayat Nadhlatul Ulama (NU) Touna.

Camat Ampana Tete, Abd. Wahid Rimpu, mengatakan, selain bertujuan untuk mempermudah masyarakat dengan memberikan layanan dan konsultasi terkait hukum, Posbakum desa ini juga bertujuan untuk mencegah pernikahan anak usia dini yang masih marak terjadi.

“Apa yang terjadi kalau belum 19 tahun? Yang pertama pasti pendidikannya dia lepas, kemudian akan ada penyakit apalagi dia ibu hamil karena dia belum berusia 19 tahun,” ujarnya.

Ketua Pos Bantuan Hukum Indonesia Advokat Indonesia (Posbakumadin) Touna, Nasrun, memberikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam pembentukan perdana Satgas Posbakum di Desa Urundaka.

“Dari semua desa yang ada di Ampana Tete, Alhamdulillah baru urundaka yang launching perdana, mudah-mudahan desa-desa lain menyusul. Untuk tingkat kelurahan baru Kelurahan Labiabae yang launching. 10 kecamatan lainnya belum ada yang launching,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Nasrun juga mengungkapkan sejumlah kasus tertinggi di Sulawesi Tengah terjadi di wilayah hukum Touna berdasarkan data kasus yang dihimpun Posbakumadin Touna.

“Tojo Una-Una itu tertinggi kasus pencabulan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak dibawah umur se-Sulawesi Tengah. Yang kedua, kita juga berada di urutan 1 kasus bunuh diri tertinggi di Sulawesi Tengah. Yang piala terakhir, kita kasus korupsi tertinggi Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Untuk kasus penyalahgunaan narkotika, lanjut dia, Touna berada di urutan ke-4 se-Sulawesi Tengah setelah wilayah Palu, Luwuk dan Morowali.

“Kira-kira 21 LT yang ditangani Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una, bahkan sudah 5 pasang suami istri yang berhasil diamankan untuk 4 bulan terakhir,” ujarnya.

Sementara untuk kasus pernikahan anak, kata dia, Touna berada di urutan 5 terbanyak se-Sulawesi Tengah.