PARIMO – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyiapkan kebutuhan lebih dari 1,5 juta bibit durian sebagai bagian dari strategi menjadikan durian komoditas unggulan daerah.

Langkah ini seiring rencana pembukaan dan optimalisasi lahan pertanian masyarakat di sejumlah wilayah.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, mengatakan kesiapan lahan pengembangan durian secara bertahap mulai terbentuk. Namun, ketersediaan bibit berkualitas dalam jumlah besar masih menjadi tantangan utama.

“Pengembangan wilayah sudah mulai berjalan. Sekarang persoalan terpenting adalah bagaimana memastikan bibit durian tersedia dan berkelanjutan,” ujar Erwin saat menghadiri kegiatan ekspor perdana durian beku di fasilitas pengolahan milik PT Silvia Amerta Jaya, Kecamatan Torue, Kamis (26/2).

Ia menjelaskan, setiap lokasi pengembangan dirancang menanam sedikitnya 100 pohon durian sebagai tahap awal penguatan sentra produksi. Potensi pengembangan durian di Parigi Moutong disebut mencapai puluhan ribu hektare.

Meski demikian, pemerintah daerah masih melakukan verifikasi dan pemetaan karena sebagian lahan masyarakat berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Menurut Erwin, arah kebijakan daerah telah disepakati untuk membangun citra Parigi Moutong sebagai kawasan penghasil durian unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

“Kita tidak ingin setengah-setengah. Target kita jelas, Parigi Moutong harus dikenal sebagai daerah durian kelas dunia,” tegasnya.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang meminta perangkat teknis provinsi segera menyiapkan program pengadaan bibit durian mulai tahun ini.

Menurut Anwar, peluang ekonomi dari komoditas durian sangat besar dan harus diantisipasi melalui peningkatan produksi dari sisi hulu. Ia juga menyoroti peluang ekspor ke Tiongkok sebagai pasar potensial dengan tingkat konsumsi durian yang terus meningkat.

“Jika permintaan dari luar negeri naik, sementara produksi kita stagnan, tentu peluang itu akan lewat begitu saja,” ujarnya.

Untuk itu, Gubernur mendorong keterlibatan seluruh pihak, mulai dari petani, pelaku usaha, UMKM, pemerintah desa hingga pemerintah daerah agar pengembangan durian di Parigi Moutong berjalan terencana, berkelanjutan, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.