Jakarta, MAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadikan penguatan integritas Pasar Modal sebagai prioritas utama dalam mendorong akselerasi transformasi Pasar Modal Indonesia. Langkah ini bertujuan agar pasar modal semakin efisien, transparan, terpercaya, dan inovatif, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional serta transformasi ekonomi yang resilien dan berkelanjutan.
“OJK berkomitmen untuk terus meningkatkan likuiditas, transparansi, tata kelola dan enforcement serta sinergitas sebagai bagian dari rencana aksi reformasi integritas di Pasar Modal Indonesia. OJK juga senantiasa terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan juga sistem pengawasan,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.
Peringatan 49 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia, yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, serta jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Acara ini mengusung tema “Akselerasi Transformasi untuk Berdaulat, Mandiri, dan Maju Bersama” sebagai semangat OJK perkuat Pasar Modal.
Friderica Widyasari Dewi juga menjelaskan bahwa reformasi integritas yang dijalankan telah mengubah wajah Pasar Modal Indonesia secara signifikan. Ini tercermin dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai 30,27 juta, menandai pertumbuhan sebesar 48,67 persen (year-on-year) dan menunjukkan kesuksesan OJK perkuat Pasar Modal.
“Tentu angka ini mencerminkan tidak hanya sekedar angka, tidak hanya sekedar pertumbuhan jumlah investor, tetapi makna dibalik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap Pasar Modal Indonesia,” kata Friderica.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa peringatan 49 tahun Pasar Modal Indonesia menjadi momentum penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional dan internasional. Hal ini karena Pasar Modal selalu menjadi proksi ekonomi utama bagi investor, terutama di masa-masa strategis.
“Saya apresiasi juga reformasi yang telah dilakukan dan berharap sektor keuangan makin kredibel dalam inovatif dan berdaya saing,” kata Airlangga.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung juga mengapresiasi reformasi integritas Pasar Modal Indonesia yang telah dilakukan oleh OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO). Ia berharap Pasar Modal dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih dalam, likuid, terpercaya, dan kredibel, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional dengan peran optimalnya.
“Pemerintah menyambut baik agenda reformasi yang tengah dijalankan oleh OJK dan BEI. Mulai dari penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola hingga pendalaman pasar yang tercakup dalam rencana aksi percepatan reformasi integritas Pasar Modal Indonesia,” katanya.
Dalam rangkaian perayaan HUT ke-49 Pasar Modal, OJK juga meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) Emas, sebuah produk investasi baru yang diperdagangkan di bursa saham. Peluncuran ini menjadi bagian penting dari upaya OJK perkuat Pasar Modal.
Friderica Widyasari Dewi menambahkan bahwa ETF Emas merupakan salah satu “quick win” dari delapan rencana aksi OJK dalam pendalaman pasar secara terintegrasi. Produk ini diharapkan dapat memperkuat struktur Pasar Modal Indonesia.
“ETF Emas menawarkan investasi yang praktis, likuid, sesuai prinsip syariah, berfungsi sebagai safe haven, sekaligus memperluas Pasar Bullion melalui kolaborasi antarlembaga dan pelaku industri,” kata Friderica.
Airlangga Hartarto juga berharap produk ETF Emas ini dapat memperkuat perekonomian nasional sebagai bagian dari pendalaman pasar, menambah opsi investasi yang beragam.
“Saya berharap produk ini tidak hanya menambah pilihan investasi tetapi juga meningkatkan likuiditas,” kata Airlangga.
Juda Agung juga menyambut baik peluncuran ETF Emas, yang diharapkan dapat memperluas basis investor, menambah keragaman instrumen investasi, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat tata kelola Pasar Modal.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam konferensi pers HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, menyatakan bahwa ETF Emas akan memperkuat stabilitas Pasar Modal Indonesia melalui diversifikasi instrumen dan pilihan investasi bagi para investor.
OJK juga melaporkan kinerja Pasar Modal Indonesia hingga 07/08, dengan realisasi penghimpunan dana sebesar Rp123,21 triliun dari 135 aksi korporasi. Jumlah emiten di Pasar Modal Indonesia kini melampaui 962 perusahaan, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.
Jumlah investor terus meningkat pesat, mencapai 30,27 juta, dengan penambahan sekitar 9,8 juta investor baru. Mayoritas investor, yakni 78 persen, berusia di bawah 40 tahun. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana tercatat Rp667 triliun dan Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.026 triliun per 07/08.
Dalam perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26/09/2023 hingga 07/08 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar. Sebanyak 158 perusahaan telah berpartisipasi, dengan ketersediaan unit karbon 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor. Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat,” ujar Hasan Fawzi.
Dalam MSCI Market Classification Review pada Juni, Indonesia kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market. Keputusan ini menjadi pengakuan atas berbagai upaya perbaikan yang telah dilakukan oleh OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan seluruh pemangku kepentingan dalam OJK perkuat Pasar Modal.
Untuk terus meningkatkan integritas, OJK bersama SRO dan pemangku kepentingan lainnya mempercepat implementasi sejumlah inisiatif strategis, antara lain peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, penyusunan kerangka pengaturan High Shareholder Concentration (HSC), serta peningkatan transparansi kepemilikan saham.
Sesuai Roadmap PMDK 2022-2027, OJK terus mendorong pencapaian target dan inisiatif strategis sebagai fondasi pengembangan Pasar Modal ke depan. Empat area utama yang menjadi fokus meliputi pendalaman pasar melalui optimalisasi suplai, permintaan, dan infrastruktur; peningkatan integritas pasar melalui sanksi efektif dan peningkatan kualitas emiten; penguatan kelembagaan PUJK melalui demutualisasi bursa, kualitas SCF, dan keamanan siber; serta pengembangan keuangan berkelanjutan melalui penambahan pengguna jasa Bursa Karbon dan inovasi produk investasi ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen OJK perkuat Pasar Modal Indonesia secara menyeluruh.
