POSO, MAL – Massa terlibat kericuhan dengan aparat kepolisian, yang di awali dengan aksi saling dorong di Lapangan Apel Mapolres Poso, Selasa (9/9).

Aksi tersebut rupanya hanya simulasi, yang merupakan bagian dari latihan pengendalian massa.

Kegiatan tersebut digelar Polres Poso melalui program “Selasa Trampil” untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi aksi unjuk rasa yang berpotensi ricuh.

Latihan dipimpin Kabag Ops Polres Poso, AKP Faizal Kadir, S.H., dan diikuti Tim Samapta serta perwakilan sejumlah satuan fungsi. Personel dilatih menghadapi berbagai skenario, mulai dari Dalmas awal hingga Dalmas pengganti.

Dalam simulasi itu, polisi mempraktikkan pembentukan formasi, teknik mendorong massa secara humanis, serta koordinasi antarunit. Seluruh tahapan berlangsung dalam pengawasan dan situasi tetap aman serta tertib.

“Penanganan aksi unjuk rasa memerlukan ketenangan, ketegasan, dan prosedur yang baku. Dengan berlatih bersama, kami membangun sinergi operasional agar setiap personel siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan,” ujar AKP. Faizal.

Ia menegaskan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas dalam pengendalian massa.

Ia menegaskan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas dalam pengendalian massa.

“Kekuatan fisik opsi terakhir, prioritas utama adalah mengendalikan situasi secara persuasif dan proporsional tanpa menimbulkan korban maupun kerusakan,” tegasnya.

Latihan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Poso menjaga profesionalisme personel sekaligus kesiapan menghadapi dinamika keamanan di lapangan.