SIGI, MAL – Memasuki musim kemarau, debit air di objek wisata Permandian Bionga, Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai mengalami penyusutan.
Kondisi tersebut telah dirasakan dalam dua bulan terakhir. Meski debit air berkurang, permandian yang bersumber dari mata air alami itu masih didatangi warga untuk mandi dan menikmati suasana alam.
Pemilik gazebo Permandian Bionga, Suandi, saat ditemui, Rabu (2/9) siang, mengatakan penyusutan debit air mulai terjadi sejak sekitar dua bulan terakhir.
“Dua bulan terakhir ini kondisi airnya mulai berkurang,” kata Suandi.
Menurutnya, sumber air Permandian Bionga berasal dari mata air alami yang keluar di sekitar akar pohon kayu berukuran besar. Keberadaan pohon tersebut dinilai menjadi salah satu sumber utama aliran air di lokasi permandian.
“Masih ada yang datang dan mandi biar kondisi air menyusut. Mata airnya dari akar pohon,” ujarnya.
Suandi mengatakan, meski debit air menurun pada musim kemarau, pihaknya tetap melakukan pembersihan secara rutin. Bahkan, lokasi mata air dibersihkan setiap malam untuk menjaga kebersihan dan kelancaran aliran air.
“Setiap malam dibersihkan, kondisi airnya memang surut,” katanya.
Selain menyediakan area permandian, pengelola juga menyediakan 17 gazebo yang dapat digunakan pengunjung untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga.
Untuk penggunaan gazebo, pengunjung dikenakan biaya sewa sekitar Rp35 ribu. Dalam kondisi ramai kata Suandi, seluruh gazebo dapat disewa pengunjung dalam sehari dengan pendapatan mencapai sekitar Rp1 juta lebih.
Suandi menyebut kondisi penyusutan debit air seperti ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun ketika memasuki musim kemarau. Penyusutan ini sudah sering terjadi saat kemaru tiba.
“Setiap tahun begini kondisinya kalau masuk musim kemarau,” pungkasnya.
