MUI Palu: Jangan Tunggu Ada yang Tertular, Baru Tidak Berjamaah

oleh -
Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. Zainal Abidin

PALU — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menegaskan, kebijakan pemerintah dan anjuran MUI berkaitan dengan ibadah bulan Ramadhan di tengah adanya pandemi COVID-19, sebagai upaya minimalisasi dampak penyebaran dan penularan.

“Jangan menunggu banyak yang tertular atau sudah terdampak banyak baru kita tunda berjamaah di masjid. Itu logika terbalik. Mestinya, sebelum banyak yang tertular, maka sudah ada anjuran dan kebijakan. Inilah langkah pencegahan. Nah, tokoh agama berperan untuk tindaklanjuti edaran MUI dan pemerintah,” kata Ketua MUI Kota Palu, KH Zainal Abidin, Sabtu (25/4)..

KH Zainal Abidin menegaskan lagi, saat ini tantangan yang dihadapi bukan pada adanya perbedaan pandangan/pendapat keagamaan, khususnya dari kalangan Islam mengenai tidak adanya shalat berjamaah di masjid pada bulan Ramadhan. Melainkan, ialah adanya penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19, yang hingga saat ini tingkat penyebarannya terus meningkat.

“Untuk apa kita memperdebatkan mengenai tidak adanya shalat berjamaah di masjid? Padahal itu bukan substansi dari masalah. Masalah utama yang dihadapi umat saat ini ialah adanya penyebaran COVID-19, bukan tidak adanya shalat berjamaah di masjid,” ujarnya.

Karena, sebut Rektor Pertama IAIN tu bahwa, jika wabah pandemi COVID-19 telah selesai, maka shalat berjamaah di masjid akan kembali dilaksanakan dan diadakan.

Dia mengatakan bahwa virus corona jenis baru atau COVID-19 merupakan musuh bersama semua umat beragama.

“Corona tidak melihat latar belakang apapun termasuk agama. Karena itu, setiap individu, kelompok harus berupaya dan membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” ucap Ketua MUI Kota Palu, KH Zainal Abidin, Sabtu (25/4).

Olehnya, Zainal yang merupakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng mengajak semua pihak dan tokoh-tokoh agama dari semua agama di Sulteng untuk bersatu memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Hanya dengan bekerjasama dengan baik antarsesama manusia, antarsemua pemeluk agama, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, maka virus ini pasti akan bisa kita hentikan penyebarannya. Semua kembali kepada kita,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan kita sebagai bangsa untuk melawan COVID-19. (IST)