KOLAKA, MAL – Dua Komisaris PT Vale Indonesia Tbk, Patricia Renee Pegues dan Adam MacMillan, mengapresiasi perkembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Keduanya menilai skala proyek dan kecepatan pembangunan yang berlangsung saat ini menunjukkan kemajuan yang mengesankan menjelang fase operasional.

Apresiasi tersebut disampaikan saat keduanya melakukan kunjungan ke kawasan proyek untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan fasilitas pertambangan dan hilirisasi yang tengah dikembangkan PT Vale bersama para mitra strategisnya.

Komisaris PT Vale Indonesia Tbk, Patricia Renee Pegues, mengaku terkesan dengan skala operasi yang sedang dibangun, termasuk fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem hilirisasi nikel di Pomalaa.

“Hari ini saya mengamati salah satu operasi pertambangan terbesar. Skala pertambangan yang saya lihat, termasuk skala fasilitas HPAL, sangat mengesankan. Memahami kecepatan pembangunan tambang dan pabrik-pabriknya, kami sangat terkesan,” ujar Patricia.

Selain meninjau progres fisik proyek, Patricia juga menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, serta penerapan aspek keselamatan kerja dalam setiap tahapan pengembangan proyek.

“Sangat penting untuk memahami dan memastikan PT Vale berjalan dengan baik, memahami risiko dan aspek keselamatan, serta memastikan kita siap bermitra jika memang itu yang kita pilih,” katanya.

Sementara itu, Komisaris PT Vale Indonesia Tbk Adam MacMillan menekankan pentingnya keselarasan nilai antara perusahaan dan seluruh mitra yang terlibat dalam pengembangan proyek.

Menurutnya, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh pencapaian konstruksi, tetapi juga oleh komitmen bersama dalam menjalankan praktik operasional yang berkelanjutan.

“Dalam setiap proyek, baik yang dijalankan secara internal maupun bersama mitra, yang penting adalah memastikan seluruh pihak memiliki keselarasan dengan nilai-nilai kita,” ujarnya.

Adam menilai komitmen terhadap keberlanjutan telah terlihat dalam pengembangan IGP Pomalaa yang dipersiapkan untuk beroperasi dalam jangka panjang.

“Kami telah hadir di Indonesia selama puluhan tahun dan berkomitmen untuk terus melanjutkannya. Karena itu, kami memastikan operasional yang berkelanjutan agar dapat terus memberikan pertumbuhan dan nilai dalam jangka panjang,” katanya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan proyek yang dinilai berjalan sesuai target. Menurutnya, kecepatan pembangunan dari tahap konstruksi menuju operasional menjadi salah satu capaian penting yang menunjukkan kesiapan proyek memasuki fase berikutnya.

“Berdasarkan pengamatan saya, proyek ini menunjukkan perkembangan yang baik. Kecepatan progres proyek ini sangat mengesankan. Timeline dari tahap konstruksi hingga operasional pada akhir tahun ini menunjukkan pencapaian yang luar biasa,” ujar Adam.

Selain itu, ia melihat peluang pengembangan kawasan industri berbasis nikel di Pomalaa masih terbuka lebar dan berpotensi memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Kunjungan kedua komisaris tersebut sekaligus memperkuat keyakinan perusahaan terhadap potensi IGP Pomalaa sebagai salah satu proyek strategis PT Vale di Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pengembangan industri hilirisasi mineral, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri nikel nasional.

Hingga Mei 2026, progres keseluruhan IGP Pomalaa telah mencapai 81,71 persen dan memasuki fase transisi menuju tahap operasional. Berbagai infrastruktur pendukung terus dipercepat pembangunannya, mulai dari kawasan akomodasi karyawan, fasilitas operasional, jalur logistik utama, hingga pengembangan fasilitas lingkungan dan pusat pelatihan sumber daya manusia.

Pada sisi hilirisasi, proyek yang dikembangkan melalui PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), perusahaan patungan PT Vale Indonesia Tbk dan Huayou, juga menunjukkan perkembangan positif dengan progres konstruksi yang telah mencapai 78,28 persen. ***