PALU — Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu kekhawatiran global. Ketegangan yang melibatkan sejumlah negara di kawasan tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas regional, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi, sosial, hingga psikologis masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dampak yang dirasakan bisa berupa fluktuasi harga energi, ketidakpastian ekonomi global, hingga meningkatnya arus informasi yang tidak selalu akurat di media sosial. Kondisi ini kerap memicu kepanikan publik jika tidak disikapi secara bijak.

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Utama Alkhairaat, HS Alwi bin Saggaf Aljufri, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan dalam menyikapi dinamika global tersebut.

Imbauan itu disampaikannya dalam sambutan pada peringatan Haul ke-58 Guru Tua, Habib Idrus bin Salim Aljufri, di Kompleks PB Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri, Palu Barat, Rabu (01/04).

“Yang terjadi di Timur Tengah saat ini tentunya ini sedikit memberikan dampak pada kita di Indonesia. Saya berharap kita semua jangan panik dalam menyikapi situasi dan tidak boleh berlebihan yang nanti akan memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa menjaga ketenangan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar adalah hal penting, terutama di tengah derasnya arus berita yang beredar di ruang digital.

Selain itu, Habib Alwi juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan penanganan situasi kepada pemerintah, sekaligus memberikan dukungan moral dan doa agar bangsa Indonesia mampu melewati tantangan global ini.

“Kita percayakan kepada pemerintah dan kita dukung serta kita doakan, termasuk Bapak Presiden Prabowo dan seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, agar kita semua dapat melewati ujian ini,” katanya.