Kesiapan Menyambut New Normal

oleh

OLEH: Ika*

                Covid-19 telah mengubah tatanan masyarakat dunia. Sejak pandemi ini muncul di Wuhan, Tiongkok pada penghujung 2019 dan kemudian menjalar ke berbagai negara, hampir semua orang mengalami kendala menjalani kehidupan normal akibat pembatasan sosial untuk mencegah penularan virus. Masyarakat pun diimbau, bahkan dipaksa, untuk tinggal di rumah.

Perubahan tersebut tentu berdampak luas pada berbagai sektor. Beralihnya aktivitas publik ke rumah turut memukul  dunia usaha, seperti bidang pariwisata, transportasi online, penjuaan retail, dan masih banyak lagi.  Setelah adanya pandemi global virus ini, dunia dipastikan akan memasuki fase New Normal.

New normal atau normal baru adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 yang ditawarkan pemerintah, terutama terkait bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Skenario ini dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait, kesiapan sektor publik, tingkat disiplin publik, dan respons publik terhadap cara bekerja atau bersosialisasi.

Terkait penerapan new normal dan langkah-langkah pencegahan Covid-19 ini, menarik untuk mengaitkannya dengan teori manajemen perubahan yang digagas Kurt Lewin. Menurutnya, terdapat tiga tahap terjadinya suatu perubahan, yakni  unfreezing (pencairan), moving (pergerakan), dan refreezing (pembekuan).

                Pada tahap unfreezing kesiapan tatanan baru  atau new normal,  proses perubahan  harus memberikan motivasi yang kuat terhadap masing-masing individu untuk beralih dari keadaan semula dengan memperbaiki keseimbangan yang diterapkan.

Masalah biasanya muncul akibat adanya ketidakpatuhan seseorang dalam menjalankan protokol kesehatan. Oleh karena itu,  dalam tatanan perubahan ini kedisiplinan publik harus ditingkatkan agar senantiasa mematuhi protokol yang diterapkan pemerintah.

                Moving adalah tahap berikutnya. Proses perubahan pada tahap ini dapat terjadi apabila seseorang telah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Contoh konkretnya misalnya memberlakukan physical distancing terutama di tempat-tempat ramai, membiasakan cuci tangan setelah menyentuh sesuatu, serta menggunakan masker jika bepergian dan tidak hanya saat sakit atau beraktivitas di tengah polusi.

Kebiasaan disiplin lain adalah wajib membawa hand sanitizer, khususnya jika naik kendaraan umum, membatasi aktivitas di luar rumah,  serta membeli bahan kebutuhan sekaligus untuk jangka waktu satu minggu atau jika memungkinkan satu bulan sehingga tidak perlu bolak-balik ke pusat perbelanjaan.

Cara lain ialah mengutamakan opsi belanja online atau mencari toko yang tidak terlalu padat pembeli, serta lebih berhati-hati ketika bepergian, terutama bagi lansia.

Refreezing adalah tahap terakhir sebuah perubahan. Pada fase ini, seseorang yang mengadakan perubahan telah mencapai tingkat yang baru dengan keseimbangan yang baru.

Penerapan kenormalan baru di sini harus memenuhi beberapa syarat, antara lain, penularan penyakit terkendali, di mana sistem kesehatan dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi serta menangani setiap kasus dan melacak setiap kontak.

Berikutnya adalah risiko zona merah dapat diminimalkan di tempat-tempat rentan, seperti panti jompo, sekolah, tempat kerja, dan ruang-ruang publik lainnya yang telah menetapkan langkah-langkah pencegahan.

Tahap ini, tugas pemerintah sebagai agen perubahan harus lebih berusaha mengatasi orang-orang yang masih mengabaikan protokol kesehatan sehingga tidak terjadi penularan Covid-19.

*Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen FISIP Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Iklan-Paramitha