JAKARTA, MAL – Langit Indonesia pada malam Jumat, 31 Juli 2026, akan dihiasi puncak dua hujan meteor sekaligus, yakni Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. Fenomena astronomi ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia dengan kondisi langit cerah dan minim polusi cahaya, terutama setelah tengah malam hingga sebelum fajar.
Dua hujan meteor tersebut mencapai puncaknya pada malam ini ketika Bumi melintasi puing-puing komet yang memasuki atmosfer dan menghasilkan jejak cahaya meteor di langit malam.
Southern Delta Aquariids menjadi hujan meteor yang paling aktif dengan intensitas mencapai 25 meteor per jam dan kecepatan sekitar 41 kilometer per detik. Sementara itu, Alpha Capricornids diperkirakan menghasilkan sekitar 5 meteor per jam.
Secara keseluruhan, langit gelap berpotensi menampilkan hingga 30 meteor per jam selama periode puncak fenomena berlangsung.
Fenomena ini mulai dapat diamati sejak pukul 19.48 WIB hingga fajar menyingsing. Namun, waktu terbaik untuk pengamatan diperkirakan terjadi setelah tengah malam hingga sekitar pukul 02.00 WIB.
Pengamat Astronomi dari Komunitas Langit Selatan, Avivah Yamani, mengatakan, “Hujan meteor dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia mulai tengah malam sampai sebelum fajar.”
Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa kondisi cuaca dan lokasi pengamatan menjadi faktor penting untuk mendapatkan pengalaman terbaik.
“Tapi, untuk melihat hujan meteor ini persyaratannya kondisi cuaca harus cerah, medan pandang ke langit selatan tidak terhalang oleh gedung dan pohon, juga jauh dari polusi cahaya,” kata Thomas.
Ia menambahkan, “Namun waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit.”
Thomas juga menganjurkan masyarakat memilih lokasi yang minim gangguan cahaya lampu serta memiliki pandangan terbuka ke arah langit selatan.
“Menurutnya, pengamatan meteor lebih baik tanpa alat, karena mata mempunyai medan pandang yang lebih luas,” demikian penjelasan Thomas.
Pengamatan dapat dilakukan tanpa teleskop maupun alat bantu khusus. Masyarakat cukup mencari lokasi terbuka seperti pegunungan, pantai, atau area lapang yang jauh dari cahaya perkotaan. Pengguna juga disarankan mengurangi penggunaan ponsel atau sumber cahaya lain agar mata lebih mudah beradaptasi dengan kondisi gelap.
Hingga Jumat malam, puncak Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids masih menjadi fenomena astronomi utama yang dapat disaksikan masyarakat Indonesia sepanjang malam hingga menjelang fajar. ***
