JAKARTA, MAL – Pertamina Patra Niaga mengumumkan penurunan harga sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di seluruh wilayah Sulawesi, berlaku efektif mulai 1 Juli 2026 pukul 00.00 WITA. Penyesuaian ini mencakup jenis gasoil (diesel) dan gasoline dengan oktan tinggi, menunjukkan dinamika pasar minyak dunia.

Penyesuaian harga BBM non subsidi ini merupakan evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga pasar minyak global, aspek fiskal, serta daya beli dan perekonomian masyarakat. Langkah ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

“Langkah penyesuaian harga ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora.

Meski harga BBM non subsidi turun, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar, serta Pertamax (RON 92), tetap stabil. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perubahan.

Berikut rincian penurunan harga BBM non subsidi di wilayah Sulawesi per 1 Juli 2026 (PBBKB 7,5%):

  • Pertamax Turbo (RON 98): Turun dari Rp21.200/Lt menjadi Rp19.750/Lt. Penurunan sebesar Rp1.450/Lt atau 6,84%.
  • Pertamina Dex (CN 53): Turun dari Rp25.350/Lt menjadi Rp21.650/Lt. Penurunan sebesar Rp3.700/Lt atau 14,60%.
  • Dexlite (CN 51): Turun dari Rp23.500/Lt menjadi Rp20.150/Lt. Penurunan sebesar Rp3.350/Lt atau 14,26%.
  • Pertamax (RON 92): Harga tetap Rp16.650/Lt.
  • Pertalite: Harga tetap Rp10.000/Lt.
  • Biosolar: Harga tetap Rp6.800/Lt.

“Kami terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi agar masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar,” ujar Kitty Andhora.

Informasi lebih lanjut mengenai daftar harga BBM Pertamina di seluruh wilayah Sulawesi dan daerah lain bisa diakses melalui situs resmi mypertamina.id pada menu Product Price. ***