PALU – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meluncurkan dua buku bertajuk “BERANI BERKAH: Fondasi Spiritual Pembangunan Sulawesi Tengah” dan “BERANI Sehat: Menyalakan Harapan di Setiap Nyawa” dalam rangkaian peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tengah.
Peluncuran yang digelar di halaman belakang Yojokodi Convention Center, Kota Palu, Selasa (14/4) malam itu berlangsung khidmat, dan dihadiri Wakil Gubernur Sulteng dr. Reny Lamadjido, Ketua Tim Penggerak PKK Sulteng sejumlah kepala daerah, di antaranya Bupati Sigi, Tojo Unauna, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Wakil Bupati Buol, serta anggota DPRD Sulteng.
Ketua FKUB Sulteng Prof. KH. Zainal Abidin, sekaligus penulis buku, menerankan momentum peluncuran ini tidak sekadar seremoni literasi, melainkan menjadi penanda lahirnya gagasan besar yang diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan daerah. Menurut Prof. Zainal, dua buku tersebut diposisikan sebagai manifestasi pemikiran strategis yang memadukan dimensi kemanusiaan, spiritualitas, dan kebijakan publik.
Buku “BERANI Sehat” kata dia, mengangkat isu krusial terkait pelayanan kesehatan, khususnya pengalaman masyarakat kecil yang kerap menghadapi kerumitan administratif saat mengakses layanan medis. Dalam buku ini, ditegaskan adanya perubahan paradigma dari pendekatan administratif menuju jaminan hak dasar masyarakat.
“Penggunaan KTP sebagai akses utama layanan kesehatan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ingin memastikan bahwa setiap warga mendapatkan pelayanan tanpa hambatan birokrasi. Konsep ini menjadi simbol keberpihakan terhadap rakyat,” katanya.
Sementara itu, lanjut dia, buku “BERANI BERKAH” menyoroti pentingnya fondasi spiritual dalam menjalankan roda pemerintahan. Buku ini menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan empati dalam birokrasi.
Lebih jauh ia menjelaskan, kedua buku ini dipandang sebagai dua sisi yang saling melengkapi jasad dan ruh. Jika “BERANI Sehat” berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, maka “BERANI BERKAH” menjadi landasan etika dan spiritual bagi para pengambil kebijakan.
Diketahui, kedua buku ini, disusun oleh tim penulis yang terdiri dari Zainal Abidin dan Kamridah, serta melibatkan perspektif praktisi medis. Kedua buku ini menghadirkan analisis komprehensif dalam tujuh bab yang menjadi cetak biru arah pembangunan Sulawesi Tengah ke depan.

