Gizi Buruk di Pantoloan, Kakak Meninggal, Adik Dilarikan ke RS

oleh
Naura saat menerima pengangan Medis oleh Pihak RSU Madani, Selasa (11/8). (FOTO: IST)

PALU- Naura (2) balita mengalami kasus gizi buruk, dilarikan ke Rumah Sakit Madani, Selasa (11/8). Dua pekan sebelumnya, kakak dari Naura bernama Maura telah meninggal dunia juga karena gizi buruk.

Kasus ini baru diketahui, Jum’at (7/8) lalu oleh Pihak Pemerintah Kota Palu, setelah mendapatkan pengaduan dari pihak kelurahan, Pantoloan Boya.   

Dari keterangan yang disampaikan Kabid Data dan Informasi Bappeda Kota Palu, Ibnu Mundzir,  berawal dari laporan relawan yang tergabung dalam Yayasan Karampuang di Kelurahan Pantoloan Boya. Dan saat itu juga langsung dilaporkan ke Bappeda Kota Palu.

Mendengar itu, pihak Bappeda meresponnya melalui program Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) dengan mitra dari Unicef. Bappeda juga berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Pantoloan Boya, Puskesmas Pantoloan, Dukcapil Kota Palu, termasuk Yayasan Karampuang untuk mendatangi langsung ke alamat anak tersebut, Selasa (11/8).

Sesampainya di kediamannya, Jalan Kalimba RT 03, RW 04, tim langsung menangani Naura. Mulai dari penanganan medis hingga pemberian asupan gizi, sekaligus memintakan keterangan kedua orang tua anak, Ristam dan Fitriani.

Setelah itu, anak ini harus ditangani secara medis. Tim mengantarkannya ke  Puskesmas Pantoloan, lalu dirujuk ke RSU Madani untuk penanganan lebih lanjut.

Di hari yang sama, Kepala Dukcapil Kota Palu, Hj Rosida Thalib, menyerahkan dokumen kependudukan berupa kartu keluarga dan KTP.  Tak hanya itu, dokumen BPJS juga segera menyusul untuk diserahkan. Termasuk juga untuk pemberian bantuan sosial dari Dinas Sosial Kota Palu dan kebutuhan lainnya.

Menurut Hj Rosida Thalib bahwa pengurusan dokumen kependudukan keluarga Rustam tersebut, mendesak dilakukan. Sebab sebelumnya keluarga ini benar-benar berekonomi lemah dan memiliki enam orang anak. Ditambah lagi, salah satu anaknya pada dua pekan lalu meninggal dunia juga dikarenakan menderita gizi buruk.

Sementara itu, fasilitator SIPBM, Fitri Kenedi Mastura menyampaikan, dengan respon pemerintah Kota Palu,  diharapkan kesehatan Naura bisa segera membaik,  dan ekonomi keluarganya tertangani dengan baik.

Senada dengan Fitri, fasilitator SIPBM, Denok menyebutkan, segala aspek dapat dipenuhi melalui SIPBM baik di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, tenaga kerja, sosial, data kependudukan, sehingga dapat diketahui siapa saja yang berhak menerima bantuan seperti: BPJS, KIP, JKN, Rastra dan lain-lain.

Reporter: Hamid
Editor : Nanang

Iklan-Paramitha