drg. Akmal Ciptakan “SIDARA”

oleh
Drg Akmal Eddy Madda menjelaskan Aplikasi SIDARA yang diciptakannya. (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – Kepala UPTD Puskesmas Sangurara Kota Palu, Drg. Akmal Edy Madda berhasil menciptakan aplikasi data berbasis ponsel pintar atau smartphone Android yang diberinama “SIDARA” Atau Sistem Informasi Data Sangurara.

SIDARA yang telah mulai diterapkan pada tahun 2015 itu diklaim telah terbukti mampu mengurangi angka kematian ibu hamil dalam kurun waktu selama dua tahun terakhir.

“Sebelum ada aplikasi Sidara tahun 2014 lalu, diwilayah kerja Puskesmas Sangurara Duyu tercatat ada sebanyak 4 kasus kematian ibu hamil. Namun setelah aplikasi ini mulai diterapkan tahun 2015, angka kematian ibu hamil itu menurun menjadi 2 kasus dan tahun 2016 angka kematian tercatat hanya terjadi sekali saja, serta di Semester I tahun 2017, belum ada kasus ibu hamil yang meninggal,” papar Akmal di Palu, Selasa (6/6).

Akmal menjelaskan, dengan sistem itu, bidan atau kepala puskesmas dapat memantau perkembangan para ibu hamil melalui ponsel mereka, termasuk resiko kehamilan. Aplikasi ini kata dia, dibuat berdasarkan nama dan alamat atau by name by adress para ibu hamil, yang biodatanya telah dimasukan petugas dilapangan.

“Termasuk perkiraan waktu melahirkan dan resikonya, bahkan bidan yang mengawasinya akan mencantumkan secara jelas rekam jejak kondisi fisiknya yang dilaporkan disetiap bulan, sehingga dapat diketahui kondisi ibu hamil itu,” jelas Akmal.

Dengan sistem itu kata dia, pihaknya sudah tidak perlu lagi membukukan atau mencatatnya secara manual. Karena aplikasi ini sangatlah efektif dan efisien, serta tidak perlu lagi mencari atau membongkar berkas arsip atau menenteng laptop kesana kemari.

“Jika ingin melihat biodata ibu hamil serta perkembangannya, kita dapat membuka dengan mudah melalui ponsel,” ujarnya.

Aplikasi ini lanjut Akmal, dapat memudahkan tenaga medis untuk memantau kondisi ibu hamil setiap saat, sehingga segala indikasi resiko yang akan terjadi dapat dicegah sejak awal. Pada kasus kematian ibu hamil kata dia, terkadang disebabkan oleh kurangnya pengawasan oleh petugas.

Untuk kapasita aplikasi kata dia, dapat menampung data based sebanyak 48 ribu orang, namun jika ingin ditingkatkan lagi, tidak ada masalah, tetapi itu akan berhubungan dengan pendanaan yang lebih besar pula.

Kata dia, dirinya juga telah diundang oleh pihak BPJS Kesehatan di Jakarta, untuk berbagi informasi dalam penggunaan aplikasi itu. BPJS Kesehatan sangat memberikan apresiasi atas aplikasi itu, karena itu bisa digunakan untuk melakukan monitoring terhadap penggunaan BPJS Kesehatan ditingkatan Puskesmas.

Aplikasi itu telah dipaparkannya pula dalam kegiatan best practice BPJS Kesehatan pusat, yang dihadiri oleh perwakilan seluruh puskesmas skala nasional (15/6) lalu, dan pihaknya diberikan penghargaan “Best Practice” atas penggunaan aplikasi tersebut.

Aplikasi ini juga telah diikutkan dalam ajang pameran festival praktik cerdas yang dilaksanakan WVI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, untuk mewakili Kota Palu dan meraih peringkat kedua terbaik.

Konsep awal dibuatnya aplikasi itu, hanya digunakan untuk menekan angka kematian ibu hamil saja, namun kini sudah dikembangkan dengan memasukan sejumlah fitur yang lebih baru. (HAMID)

Donasi Bencana Sulbar