POSO – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Poso selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Ir. Heningsih Tampai, menegaskan bahwa informasi yang menyebut TAPD melakukan walkout dalam Rapat Koordinasi bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Poso tidak benar.
Menurut Heningsih, kehadiran TAPD dalam rapat tersebut justru untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan terkait substansi materi yang menjadi agenda pembahasan bersama Banggar DPRD Kabupaten Poso.
“Jadi tidak benar TAPD walkout. Kehadiran kami untuk menjelaskan secara terang dasar regulasi serta sumber-sumber penyesuaian anggaran yang menjadi materi pembahasan,” tegas Heningsih kepada media alkhairaat.id melalui pesan WhatsApp, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan, dalam forum itu TAPD telah memaparkan secara rinci dasar hukum dan sumber-sumber penyesuaian anggaran kepada Banggar DPRD Kabupaten Poso.
Namun, setelah penyampaian tersebut, dinamika rapat berkembang dengan munculnya perbedaan pendapat di antara sejumlah anggota DPRD.
Melihat situasi yang kian dinamis, Heningsih menyampaikan permohonan izin kepada Ketua DPRD selaku pimpinan rapat untuk meninggalkan ruangan. Permohonan tersebut, kata dia, disetujui oleh Ketua DPRD, termasuk salah satu anggota DPRD yang hadir saat itu.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi forum serta sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anggota DPRD maupun TAPD yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Selain itu, TAPD berharap terdapat komunikasi dan kesepahaman internal terlebih dahulu di antara anggota DPRD yang hadir.
Heningsih menambahkan, apabila masih terdapat dokumen APBD yang diragukan, pihaknya mempersilakan untuk dikonsultasikan kepada lembaga yang berwenang.
“Kami menghargai setiap pendapat anggota Banggar DPRD. Namun perlu diingat, seluruh tahapan proses pembahasan APBD telah dilalui bersama antara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Poso dan TAPD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

