PALU – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Palu bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar seminar literasi finansial, di aula Pertemuan Kantor Diskarpus, Selasa (21/04).
Kepala Diskarpus Kota Palu, Asharrini Mastura, mengatakan, literasi finansial merupakan hal yang sangat penting di era modernisasi dan tatanan inflasi saat ini
“Literasi finansial dan keamanan finansial adalah ruang yang menyangkut saling mendukung dengan tercapainya kesejahteraan keuangan,” ujarnya.
Dia menerangkan manfaat literasi keuangan, yakni pengelolaan keuangan yang lebih baik kemudian mengurangi risiko penipuan keuangan dan meningkat kemampuan berinvestasi.
“Investasi keuangan pada literasi Financial mengenai keamanan cyber dengan fokus pada pengenalan modus penipuan memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan literasi keamanan finansial yang akan disampaikan oleh para pemateri,” sebutnya.
Kata dia, para peserta dibekali dengan pemahaman yang mendalam tentang berbagai resiko yang terkait dengan pengelolaan keuangan serta langkah langkah yang dapat diambil untuk mengidentifikasi dan menghindari kasus penipuan terkait finansial.
“Kami mengapresiasi BEI atas pelaksanaan kegiatan yang baru pertama kalinya di laksanakan ini, kami berharap kolaborasi dan kerjasama ini dapat terus terjalin dimasa mendatang,” ujarnya.
Staf Ahli Bidang Sosial Budaya, Yudhi Riyani Firman, saat membuka kegiatan, mengapresiasi Diskarpus atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Apresiasi juga diberikan kepada BEI Provinsi Sulteng atas kolaborasi yang dinilai sangat baik dalam mendukung peningkatan literasi finansial masyarakat.
Yudhi menuturkan bahwa di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, literasi finansial telah menjadi salah satu kebutuhan dasar yang sangat penting.
Kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak, memahami berbagai produk keuangan, serta mengambil keputusan investasi yang tepat merupakan bekal utama dalam mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa perpustakaan sebagai pusat literasi memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam aspek kehidupan sehari-hari, termasuk literasi finansial.
Pemerintah Kota Palu, lanjut Yudhi berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi masyarakat di berbagai bidang, termasuk literasi keuangan, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Mengakhiri sambutan, seluruh peserta diajak untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, dan memperluas wawasan demi masa depan yang lebih baik. ***

