PALU, MAL – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pesepak bola muda Sulawesi Tengah. Sport Academy Poboya U-11 atau PSM Poboya sukses menjuarai Indonesia Super Cup 2026 setelah menaklukkan SSB Angkasa Serang melalui drama adu penalti dengan skor 4-3 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Persija Training Centre, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Ahad (5/7).

Turnamen yang diikuti 16 sekolah sepak bola (SSB) dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan usia dini yang dilakukan Sport Academy Poboya. Tim asal Kota Palu tersebut tampil konsisten sejak fase penyisihan hingga akhirnya mengangkat trofi juara.

Koordinator tim Sport Academy Poboya, Abdul Rahman Alhasni, mengaku bersyukur atas pencapaian para pemain yang mampu menunjukkan semangat juang tinggi meski harus menempuh perjalanan panjang dari Palu menuju Depok melalui jalur laut.

“Alhamdulillah anak-anak bisa menjadi juara. Kondisi fisik mereka sebenarnya belum sepenuhnya pulih karena perjalanan cukup panjang, tetapi semangat juang mereka luar biasa hingga mampu mengalahkan tim-tim kuat dari Pulau Jawa,” ujarnya.

Perjalanan Sport Academy Poboya menuju gelar juara dimulai dengan kemenangan telak 3-0 atas PSP Sawangan. Seluruh gol pada pertandingan tersebut diborong striker muda Abizar Ilham.

Pada laga kedua, wakil Kota Palu bermain imbang 2-2 melawan Siaga Bojong Gede melalui gol Gian dan Ilham, sebelum memastikan langkah ke babak gugur.

Di perempat final, Sport Academy Poboya menyingkirkan Mutiara Hitam dengan skor 2-1 berkat gol Ilham dan Gian.

Penampilan terbaik mereka justru hadir di semifinal. Menghadapi tim asal Bandung, anak asuh Marco Rahman tampil dominan dan menang telak 6-0. Alghifahri mencetak hattrick, sementara Ilham, Gian, dan Fiko masing-masing menyumbang satu gol.

Pada partai final melawan SSB Angkasa Serang, pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir imbang. Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.

Empat algojo Sport Academy Poboya sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Abdul Rahman Hafis menjadi penendang terakhir yang memastikan kemenangan 4-3 sekaligus membawa tim asal Kota Palu keluar sebagai juara Indonesia Super Cup 2026.

Abdul Rahman menyebut kemenangan pada pertandingan pertama menjadi titik balik yang membangun kepercayaan diri seluruh pemain hingga mampu melaju tanpa hambatan berarti ke final.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT CPM yang telah memberikan dukungan kepada tim selama mengikuti turnamen.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk mengeluarkan kemampuan terbaik, terutama pada laga final yang berlangsung penuh tekanan.

“Terima kasih kepada PT CPM atas dukungannya. Motivasi yang diberikan sangat berarti bagi anak-anak sehingga mereka bisa tampil percaya diri hingga akhirnya menjadi juara,” katanya.

Usai menjuarai turnamen, rombongan Sport Academy Poboya mendapat kesempatan mengunjungi kantor BRM/CPM di Jakarta.

Kedatangan mereka disambut Direktur CPM, Yan Adriansyah, yang memberikan apresiasi sekaligus motivasi agar para pemain terus bekerja keras dan menjaga semangat berprestasi demi meraih cita-cita sebagai pesepak bola profesional.

Kunjungan ditutup dengan makan malam bersama seluruh pemain, pelatih, dan ofisial sebelum tim dijadwalkan kembali ke Kota Palu.

Keberhasilan Sport Academy Poboya menjadi juara Indonesia Super Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Sulawesi Tengah mampu bersaing dengan akademi-akademi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. ***