PALU, MAL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus melakukan pendataan dampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Selasa (16/6) pukul 10.27 WITA.

Hingga pukul 13.38 WITA, kerusakan dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Kabupaten Poso.

Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD, dampak gempa berupa kerusakan infrastruktur dan bangunan masih terus diidentifikasi di lapangan.

Di Kota Palu, kerusakan tercatat berupa retakan pada Jembatan III Palu yang menjadi salah satu akses penghubung utama di ibu kota provinsi. Selain itu, beberapa bangunan dilaporkan roboh akibat guncangan gempa.

Sementara di Kabupaten Sigi, sejumlah bangunan mengalami kerusakan hingga roboh. Longsor juga terjadi di kawasan Gunung Kamarora dan menyebabkan gangguan pada saluran air yang dilaporkan terputus di beberapa titik.

Di Kabupaten Parigi Moutong, BPBD mencatat sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Pendataan masih dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta jumlah bangunan yang terdampak secara keseluruhan.

Adapun di Kabupaten Poso, beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan. Selain itu, akses jalan di wilayah Napu turut terdampak dan mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Gempa yang berpusat di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu itu terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,03 Lintang Selatan dan 120,24 Bujur Timur.

Hingga pukul 13.38 WITA, BMKG mencatat telah terjadi 42 kali gempa susulan dengan kekuatan bervariasi. Satu gempa susulan tercatat berkekuatan magnitudo 5, sepuluh gempa berkekuatan magnitudo 4, sementara sisanya berada pada kisaran magnitudo 2 hingga 3.

Kepala Pelaksana BPBD bersama tim gabungan saat ini masih melakukan asesmen di wilayah terdampak guna memastikan kondisi terkini pascagempa. Data terkait jumlah pengungsi maupun korban jiwa masih dalam proses pendataan.

Meski situasi secara umum dilaporkan aman dan kondusif, masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah serta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman untuk digunakan.

BPBD Provinsi Sulteng menyatakan proses pendataan dan verifikasi dampak gempa akan terus dilakukan seiring masuknya laporan dari daerah terdampak.