BKKBN Tegaskan Laporan 7 Kabupaten Harus Keluar dari Zona Merah

oleh -
Rapat virtual monitoring pencatatan dan pelaporan terhadap capaian Poktan BKB dan BKL Pro PN, serta Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera di Aplikasi, Kamis (2/11)

PALU – Tim Kerja Balita, Anak, dan Ketahanan Keluarga Lansia Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan monitoring pencatatan dan pelaporan terhadap capaian kelompok kegiatan (poktan) Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Lansia (BKL) Proyek Prioritas Nasional (Pro PN) serta Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera di Aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA), Kamis (2/11).

Kegiatan ini menghadirkan Pengelola BKB dan BKL kab/kota, Ketua IPeKB, serta Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB) se provinsi Sulteng secara virtual.

Anggota tim kerja Balnak dan Lansia BKKBN Sulteng, Suryani, mengatakan bahwa tahun 2023 provinsi Sulawesi Tengah memiliki target Pro PN sebesar 98.823 keluarga baduta yang terpapar pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) namun berdasarkan penarikan data di Aplikasi SIGA bahwa sampai dengan tanggal 31 Oktober tahun 2023 baru 3 kabupaten yang realisasinya telah mencapai bahkan melampaui dari target yang ditetapkan oleh BKKBN yakni Kabupaten Banggai Kepulauan 191,5 persen, Morowali Utara 164,1 persen, dan Banggai Laut 134 persen.

Selain itu, menyusul 3 kabupaten yang realisasinya sudah diatas 50 persen, namun belum sesuai target yang diharapkan yakni kabupaten Morowali 91,6 persen, Tojo Una-una 82,4 persen, dan Banggai 54,96 persen.

Sedangkan masih ada 6 kabupaten dan 1 kota yang belum mencapai target bahkan realisasinya masih di bawah 50 persen, yakni diantaranya kabupaten Parigi Moutong 45 persen, Buol 42,7 persen, Sigi 40, 2 persen, Toli-toli 29,5 persen, Poso 26,2 persen, Kota Palu 19,2 persen, dan Kabupaten Donggala 14,2 persen.

Pada kesempatan ini juga Suryani membuka sesi diskusi serta sharing kepada para peserta kegiatan. Kabupaten yang memiliki realisasi tinggi diminta untuk menyampaikan strategi atau upaya agar pencatatan dan pelaporan terutama di R/1/BKB bisa terealisasi sesuai target yang ditetapkan, sehingga bisa menjadi acuan atau motivasi bagi teman-teman PKB/PLKB di kabupaten lainnya yang memiliki realisasi rendah, begitu pula sebaliknya kab/kota yang masih rendah realisasinya diminta untuk menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi sehingga bisa dibantu mencarikan solusinya.

Dari kegiatan ini diperoleh informasi bahwa kegiatan promosi dan Komunikasi,Informasi, Edukasi (KIE) pengasuhan 1000 HPK yang dilakukan oleh sebagian besar PKB/PLKB pada dasarnya sudah berjalan di setiap kecamatan bahkan sampai ke tingkat desa baik kegiatan di kelompok BKB maupun diluar kelompok BKB.

Namun belum maksimal dalam hal pencatatan dan pelaporannya di SIGA. Bahkan ada capaiannya yang masih nol di kecamatan dari 6 kabupaten dan kota palu yang masih zona merah.

“Bapak dan Ibu PKB/PLKB dimohon agar kegiatan BKB baik itu di posyandu maupun BKB yang terintegrasi dengan Posyandu dan PAUD dimohon agar setiap berkegiatan langsung segera diinput di R/1/BKB. Jangan lupa untuk mencentang materi Pengasuhan 1000 HPK di R/1/BKB dan memaksimalkan jumlah anggota yang hadir. Kurang lebih sisa sebulan lagi waktu efektifnya kita jelang akhir tahun, dimohon 6 kabupaten dan kota palu ini bisa segera keluar dari zona merah. Terutama dimohon perhatiannya untuk kecamatan di kabupaten yang masih zona merah yang capaian masih nol. “Ujar Suryani.

Selain monitoring Pro PN BKB, disampaikan juga realisasi dari BKL Pro PN di Aplikasi SIGA. Tahun 2023, sulteng diberikan target sebesar 223 kelompok BKL Pro PN yang melaksanakan sosialisasi 7 dimensi lansia tangguh dan pendampingan perawatan jangka panjang (PJP) bagi lansia. Untuk pelaporan BKL Pro PN di SIGA secara umum untuk sulawesi tengah sudah baik. Hanya ada beberapa BKL Pro PN di beberapa kecamatan yang sudah melaporkan R/1/BKLnya namun centang materi 7 dimensi lansia tangguh dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang masih terlewat.

Selanjutnya tidak lupa juga disinggung tentang target sulawesi tengah pada Gerakan registrasi Aplikasi Go Lansia Tangguh (Golantang) yang masih belum memenuhi target ditahun 2023 ini yakni masih 91 user dari 100 user yang ditargetkan.

“Bapak/Ibu tetap semangat ya. Ini sudah kali ketiga dilakukan monitoring serentak secara virtual, selain virtual kami tim kerja balnak dan lansia juga telah langsung turun pembinaan ke beberapa Balai Penyuluh KB Bapak/Ibu untuk menyampaikan hal ini. Semoga sampai dengan akhir tahun realisasinya sesuai dengan target yang diharapkan. Satu kabupaten saja yang realisasinya belum memenuhi target dapat mempengaruhi realisasi sulawesi tengah. Hal ini juga berpengaruh terhadap penilaian dari SKP Bapak dan Ibu,” ujar Suryani menutup.

YAMIN