“Bersama Kita Bisa Sukseskan Sensus Pertanian 2023”

oleh -

OLEH: Naima, SP, M.S*

BPS mencatat, sepanjang tahun 2021, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) lapangan usaha pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) mampu mencapai 46,61 triliun.

Pencapaian nilai tersebut menempatkan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar kedua yaitu sebesar 18,87 persen terhadap total PDRB Provinsi Sulawesi Tengah.

Golongan tanaman perkebunan merupakan penyumbang terbesar terhadap kategori pertanian yaitu tercatat sebesar 43,42 persen dari seluruh nilai tambah pertanian. Pada tahun 2021 laju pertumbuhan tahunan lapangan usaha pertanian juga terus membaik yaitu 4,80% lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang mengalami kontraksi sebesar 1,34 persen.

Sektor pertanian memiliki peranan yang vital dan strategis, sehingga peningkatan produksi di sektor pertanian diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah saat ini dan kedepannya serta  berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga penyedia statistik dasar di Indonesia akan melaksanakan Sensus Pertanian pada Tahun 2023. Sensus Pertanian (ST) merupakan salah satu dari tiga sensus yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1963. Sensus Pertanian 2023 (ST2023) adalah yang ketujuh kalinya.

ST2023 dilakukan untuk mengakomodasi variabel yang dibutuhkan untuk kelengkapan data pertanian yang berkembang sangat dinamis, menjawab kebutuhan data baik di level nasional maupun internasional, dan dirancang untuk memperoleh hasil yang berstandar internasional dengan mengacu pada program Food and Agricultural Organization (FAO) yang dikenal dengan World Programme for the Cencus of Agriculture (WCA).

Dalam rangka persiapan kegiatan ST2023 pada bulan Maret 2022 telah dilaksanakan kegiatan pemetaan lapangan pemutakhiran kerangka geospasial wilayah kerja statistik (wilkerstat). Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan kerangka geospasial dan muatan wilkerstat ST2023 yang mutakhir sebagai dasar perencanaan dalam pelaksanaan ST2023.

Pemutakhiran kerangka geospasial dilakukan dengan  geotagging pada level satuan lingkungan setempat terkecil (SLS) yang mengalami perubahan batas SLS/Non SLS, landmark di dalam SLS/Non SLS dan infrastruktur pertanian. Sedangkan geotagging sampel tutupan lahan dilakukan dalam wilayah kerja blok sensus.

Selanjutnya, pemutakhiran muatan dilakukan dengan cara konfirmasi ke ketua SLS dan aparat desa/kelurahan melalui identifikasi awal keberadaan keluarga pertanian, urban farming, dan infrastruktur pertanian.

Pada bulan Juni-Juli 2022 dilaksanakan kegiatan Updating Direktori Perusahaan Pertanian (DPP) dan Direktori Usaha Pertanian Lainnya (DUTL) secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Tujuan dari Updating DPP dan DUTL adalah untuk memperoleh direktori yang lengkap dan terkini dari perusahaan pertanian dan usaha pertanian lainnya yang akan digunakan sebagai dasar pencacahan lengkap pada Sensus Pertanian tahun 2023. Metode pengumpulan data ST 2023 dengan menggunakan PAPI (Paper and Pencil Interviewing), CAPI, CAWI, wawancara, dan ST online.

Data struktur pertanian yang dikumpulkan meliputi skala usaha pertanian, kepemilikan lahan, penggunaan lahan, luas tanam, irigasi, jumlah ternak, jumlah tenaga kerja, input pertanian lainnya, serta informasi geospasial lokasi lahan pertanian.

Kegiatan pertanian yang dicakup dalam sensus pertanian meliputi 7 subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian

Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita. Kini data lebih berharga dari minyak. Oleh karena itu, kedaulatan data harus diwujudkan. Hak warga negara atas data pribadi harus dilindungi. Regulasinya harus segera disiapkan, tidak boleh ada kompromi.

Presiden RI, Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan 16 Agustus 2019. Sejalan dengan hal tersebut Sensus Pertanian 2023 dengan tagline “Mencatat Pertanian Indonesia untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani” diharapkan menjadi momentum terwujudnya Sistem Statistik Pertanian Terpadu.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kerjasama dari Kementerian/Lembaga/OPD, organisasi yang terkait dengan pertanian, serta peran aktif seluruh lapisan masyarakat demi terlaksananya ST2023 untuk menghasilkan data pertanian yang akurat dan bermanfaat, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah dalam rangka mewujudkan Sulawesi Tengah yang maju dan berdaya saing serta berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional.

Nantikan Sensus Pertanian 2023” tunggu kedatangan petugas kami serta berikan jawaban yang benar dan jujur, salam ST2023.

*Penulis adalah Statistisi Ahli Muda Fungsi Statistik Produksi, BPS Propinsi Sulawesi Tengah