PARIMO, MAL – Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Jumat (28/8) pagi.
Empat desa terdampak, sementara akses Jalan Trans Sulawesi tertutup material longsoran.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan tim BPBD bersama unsur terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan kaji cepat terhadap dampak banjir.
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Parimo, banjir mulai terjadi sekitar pukul 05.30 WITA setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi itu menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap ke kawasan permukiman.
Empat desa yang terdampak yakni Desa Labuan Donggulu, Desa Laemanta, Desa Laemanta Utara dan Desa Peningka.
Di Desa Labuan Donggulu, banjir melanda Dusun 1, 2, 3 dan 4. Sementara Desa Laemanta terdampak di Dusun 1. Banjir juga merendam Dusun 1 hingga 4 Desa Laemanta Utara serta wilayah Desa Peningka.
Ia menyebut, hingga laporan awal diterima, BPBD masih melakukan pendataan terhadap jumlah kepala keluarga dan jiwa yang terdampak maupun warga yang kemungkinan mengungsi.
“Tim TRC dan Pusdalops masih melakukan asesmen atau kaji cepat di lokasi untuk mendata warga terdampak serta kondisi akibat banjir,” jelasnya.
Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak terhadap akses transportasi. Jalan Trans Sulawesi di perbatasan Desa Peningka dan Desa Laemanta Induk tertutup material longsoran.
BPBD Parimo kemudian berkoordinasi dengan BPJN Sulawesi Tengah untuk melakukan mobilisasi alat berat guna membersihkan material yang menutup jalur tersebut.
Dalam penanganan di lapangan, BPBD melibatkan aparat desa, masyarakat, TNI, Polri, TRC dan Pusdalops BPBD Parimo serta PT Bina Kaili.
Hingga laporan awal dibuat, belum ada laporan korban jiwa maupun rumah warga yang mengalami kerusakan. Sementara jumlah warga terdampak dan kondisi sektor pertanian maupun perkebunan masih dalam pendataan.
BPBD Parimo mencatat kebutuhan mendesak dalam penanganan bencana tersebut meliputi normalisasi sungai dan pembersihan material longsoran di Jalan Trans Sulawesi.
Hingga Jumat pagi, banjir di sejumlah wilayah masih belum surut. Tim TRC BPBD Parimo masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen, pendataan dan pemantauan perkembangan situasi.
