Oleh: Zainal Abidin, S.Pd.I الخطبة الأولى اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. غَافِرُ الذَّنْبِ وَقَائِلِ التَّوْبَةِ مِمَّنْ يَتُوْبُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنحِيْ بِهَا ظُلُمَاتِ

APA yang dilakukan umat Muslim Indonesia, termasuk di Palu, Sulawesi Tengah, untuk membela agamanya, harusnya disikapi secara positif, bukan dianggap dan dituduh sebagai aksi anti kebhinekaan. Justru aksi bela Islam

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa manusia di muka bumi pasti diuji dengan berbagai hal. Diuji dengan sesuatu yang menyenangkan atau sebaliknya sesuatu yang tidak disukai. Sesuatu yang tidak disukai beragam macamnya.

TIDAK ada persoalan yang paling membuat warga menjadi sangat cerewet selain persoalan pemadaman listrik tiba-tiba dan lama. Kecerewetan itu tingkatannya jauh di atas segala perkara. Jika listrik padam,  disambut maki-makian