PARIMO – Wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebelumnya tidak masuk dalam kawasan Aglomerasi arus mudik lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah tahun 2021 dan ditetapkan untuk wilayah berdiri sendiri.

Berdasarkan usulan Bupati dan wakil Bupati parimo melalui kadis Perhubungan. Maka, Parimo masuk dengan tiga wilayah lainnya yakni Padagimo yang saling berhubungan.

Sekretaris Kabupaten Parimo, Zulfinasran mengatakan, masuk Parimo dalam aglomerasi sehingga bisa saling berhubungan dengan kabupaten dan kota yang ditetapkan oleh Pemprov.

“Warga Parimo bisa beraktivitas kewilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala. Sebaliknya tiga wilayah itu bisa masuk di Kabupaten ini,” ujarnya ditemui Selasa (27/4).

Dia menjelaskan, empat daerah yang masuk dalam aglomerasi yakni Kota Palu sebagai ibu kota Sulteng, kemudian Kabupaten Sigi, Donggala dan Parigi Moutong yang berkaitan satu sama lain.

Meski masuk dalam klaster tersebut, namun pemerintah Parimo mengimbau agar warganya tidak melaksanakan mudik lebaran untuk sementara waktu, guna menekan angka penularan COVID-19 yang masih berkepanjangan.

“Parigi Moutong berbatasan dengan sejumlah daerah di Sulteng, termasuk sebagai perbatasan antara Sulteng dan Gorontalo untuk wilayah bagian Utara,” jelasnya

Ia menuturkan, sebagaimana koordinasi yang dibangun Pemerintah Gorontalo dan pemerintah Kabupaten Parimo, juga melarang warga Gorontalo yang tinggal di kabupaten tersebut agar menahan diri mudik, termasuk bepergian ke Kabupaten Poso.

Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah tentang aglomerasi, memberikan ruang bagai warga di empat daerah tersebut bisa saling berkunjung atau mudik lokal di momen Lebaran Idul Fitri namun tetap mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

“Mobilitas warga Parimo banyak beraktivitas di Palu dan seputar Pantai Barat wilayah Kabupaten Donggala khususnya melaksanakan aktivitas perdagangan,” ucap Zulfinasran.

Berdasarkan itu, maka pemerintah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Parimo akan membentuk sejumlah posko pengamanan lebaran di wilayah perbatasan kabupaten dan provinsi.

Ia menambahkan, posko tersebut akan di isi petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan petugas kesehatan Dinas Kesehatan setempat masing-masing tiga orang di luar aparat kepolisian, termasuk menyediakan fasilitas protokol COVID-19.

“Pada intinya, sejumlah instansi  terlibat dan Forkompinda telah mempersiapkan segala sesuatunya menghadapi lebaran nanti,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin