PALU, MAL – Seorang warga negara Indonesia (WNI), Taufiq Muhammad (48), dilaporkan tewas dalam pertempuran di wilayah Donetsk, Ukraina, setelah direkrut menjadi anggota militer Rusia.
Informasi tersebut disampaikan Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (DIU). Taufiq disebut tewas dalam pertempuran pertamanya setelah menjalani pelatihan militer sekitar 10 hari.
Dikutip dari Militarnyi, Taufiq lahir di Sorong pada 22 Mei 1978. Sebelum berangkat ke Rusia, ia diketahui tinggal di Surabaya. Ia pernah bekerja sebagai pengemudi taksi di Jakarta dan manajer perusahaan pertanian. Taufiq juga memiliki pengalaman bekerja di Amerika Serikat serta mampu berbahasa Inggris.
Menurut DIU, perekrut militer Rusia menemukan Taufiq melalui daftar riwayat hidup (CV) yang dikirimkannya. Ia kemudian bersedia berangkat ke Moskow setelah mendapat tawaran memperoleh uang dengan cara mudah.
Pada 19 April 2026, Taufiq menandatangani kontrak selama satu tahun dengan militer Rusia di Korolyov, wilayah Moskow.
Ia kemudian ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan menjalani pelatihan di sebuah pusat pelatihan militer dekat Voronezh. Namun, pelatihan tersebut hanya berlangsung sekitar 10 hari sebelum ia dikirim ke wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.
Taufiq dilaporkan tewas ketika unit militer Rusia berupaya bergerak dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di wilayah Donetsk.
Militarnyi menyebut kasus tersebut menjadi contoh perekrutan warga negara asing oleh Rusia melalui tawaran pekerjaan yang kemudian berujung pada penempatan mereka di garis depan pertempuran.
Kasus serupa sebelumnya dilaporkan menimpa seorang warga Nigeria berusia 34 tahun. Pria tersebut tewas di wilayah Kharkiv setelah bergabung dengan militer Rusia melalui tawaran pekerjaan dan menjalani pelatihan selama sekitar satu pekan.
Menurut laporan tersebut, sejumlah perantara Rusia diduga mengatur visa dan membiayai tiket perjalanan warga negara asing dengan menjanjikan pekerjaan sipil. Namun, setelah tiba di Rusia, sebagian dari mereka dilaporkan mengalami penyitaan paspor dan diarahkan untuk menandatangani kontrak militer.
Markas Besar Koordinasi Ukraina untuk Penanganan Tawanan Perang mencatat, sebanyak 16.168 warga negara asing direkrut menjadi anggota militer Rusia dalam sembilan bulan pertama 2026.
Secara keseluruhan, sejak dimulainya invasi skala penuh ke Ukraina, hampir 46 ribu warga negara asing dari 151 negara dan wilayah yang tidak diakui dilaporkan telah menandatangani kontrak dengan militer Rusia.**
