MOROWALI, MAL — PT IMIP Morowali terus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) kepada Kelompok Tani (Poktan) Bumi Air di Desa Makarti.
Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan hasil produksi pangan di wilayah yang berdampingan langsung dengan kawasan industri. Poktan Bumi Air merupakan kelompok binaan baru yang telah mendapatkan pendampingan intensif dari perusahaan selama enam bulan terakhir.
“Penyaluran Sarpras ini untuk memerkuat posisi tawar petani, mempermudah akses terhadap subsidi pemerintah, dan memfasilitasi transfer pengetahuan antar anggota kelompok,” kata Tarya, Section Head Ekonomi Pilar CSR Departemen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Rabu (28/10).
Bantuan yang diserahkan mencakup berbagai alat mekanisasi dan input pertanian esensial, mulai dari mesin bedengan, kultivator, sprayer, hingga pH dan TDS meter. Selain itu, PT IMIP Morowali juga memberikan dukungan berupa pupuk kandang, kawat pagar, serta benih buah-buahan seperti semangka dan melon.
“Tim CSR IMIP intens melakukan pembinaan berkelanjutan. Mulai dari teknik budi daya, manajemen kelompok, hingga pemenuhan standar kualitas sesuai kebutuhan kawasan,” ujar Tarya.
Sebelumnya, perusahaan juga telah mendistribusikan bantuan serupa kepada tiga kelompok tani lainnya di wilayah tersebut, yakni To’epe Bahodopi, Muda Mandiri Keurea, dan Trans Tani Raya Bahomakmur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip sosial ke dalam strategi keberlanjutan industri.
“Diharapkan hasil-hasil produksi pertanian ini nantinya dapat langsung diterima IMIP untuk kebutuhan kawasan. Semoga juga kelompok pertanian ini dapat terus berkembang dengan lahan yang kami sediakan,” kata Salahudin, Ketua Poktan Tani Bumi Air Desa Makarti.
Salahudin menambahkan bahwa saat ini kelompoknya mengelola lahan seluas kurang lebih satu hektare. Ia mengapresiasi dukungan PT IMIP Morowali yang telah memberikan banyak bantuan mulai dari bibit hingga pembangunan fasilitas hidroponik guna menunjang produktivitas usaha tani di desa mereka. ***
