MANADO, MAL — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan penyaluran BBM Pertamina guna mengurai barisan kendaraan di sejumlah SPBU wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (17/10).
Upaya ini mencakup penambahan stok harian, penguatan personel lapangan, hingga koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.
Perusahaan memutuskan untuk menambah pasokan Pertalite sebesar 30 persen dari rata-rata konsumsi harian normal untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan stok di tengah meningkatnya antrean kendaraan yang terjadi di beberapa titik pengisian wilayah Sulawesi Utara beberapa hari terakhir.
Dari sisi teknis, operasional Pertamina Patra Niaga juga diperkuat dengan mengoperasikan Integrated Terminal (IT) Bitung selama 24 jam penuh. Penambahan jumlah operator di setiap SPBU serta pengerahan petugas marshall turut dilakukan guna mengatur arus lalu lintas di area pengisian agar tetap tertib dan lancar.
“Kami melakukan penambahan penyaluran Pertalite sebesar 30% dari rata-rata harian normal, disertai penguatan operasional di SPBU dan Integrated Terminal Bitung yang beroperasi selama 24 jam,” kata Lilik Hardiyanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi.
Lilik menjelaskan bahwa koordinasi intensif dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat penegak hukum terus ditingkatkan. Sinergi ini bertujuan memastikan pengawasan proses penyaluran BBM Pertamina berjalan lancar tanpa gangguan keamanan serta membantu pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi SPBU.
“Kami juga menambah operator, menurunkan petugas marshall, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk membantu mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban di SPBU. Seluruh upaya ini kami lakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik,” ujar Lilik. ***
