MOROWALI, MAL – Bandara Maleo Morowali dijadwalkan membuka layanan penerbangan langsung rute Jakarta-Morowali pulang pergi (PP) mulai, Kamis (15/10).
Pembukaan rute ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha sekaligus memperkuat konektivitas udara menuju kawasan industri di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kepala Bandara Maleo Morowali, Sofyan Palandro, mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan maskapai penerbangan nasional.
Menurut Sofyan, selama ini perjalanan udara dari Jakarta menuju Morowali mengharuskan penumpang transit di Makassar, dengan waktu tempuh yang dapat mencapai tujuh jam.
“Alhamdulillah, mulai 15 Oktober 2026, rute Jakarta-Morowali sudah dapat dilayani secara langsung tanpa transit. Waktu tempuh hanya sekitar empat jam lima belas menit. Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan konektivitas udara di Sulawesi Tengah,” ujar Sofyan, Rabu (14/10).
Ia menjelaskan, Bandara Maleo yang mulai beroperasi pada 27 Mei 2017 memiliki landasan pacu sepanjang 1.850 meter dan disebut telah siap melayani pesawat jenis jet.
Dalam keterangannya, Sofyan menyebut layanan penerbangan pada rute tersebut akan melibatkan maskapai Sriwijaya Air dan Wings Air dengan frekuensi tiga kali sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Penerbangan dari Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 02.00 WIB dan tiba di Morowali pukul 07.10 WITA. Sementara itu, penerbangan dari Morowali menuju Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 07.50 WITA.
Pemerintah Kabupaten Morowali mengimbau masyarakat yang ingin menggunakan layanan tersebut agar memesan tiket lebih awal melalui kanal resmi maskapai.
Masyarakat juga diingatkan untuk memperhatikan informasi kesehatan dan kualitas udara setempat sebelum melakukan perjalanan, terutama di tengah pemantauan kondisi udara di wilayah Morowali.
Pembukaan rute langsung Jakarta-Morowali diharapkan dapat menunjang mobilitas aparatur sipil negara, masyarakat, dan investor yang beraktivitas di kawasan industri. Pemerintah juga berharap frekuensi penerbangan dapat ditingkatkan menjadi setiap hari apabila permintaan penumpang terus bertambah. *
