TOUNA, MAL — Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una mulai melakukan penjajakan strategis untuk membuka rute penerbangan Makassar–Ampana guna meningkatkan konektivitas wisatawan menuju destinasi unggulan Kepulauan Togean.
Langkah ini diawali dengan audiensi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una bersama maskapai Citilink di Tangerang, Banten, pada Rabu (14/10). Pertemuan tersebut juga melibatkan Direktur Travel International Cocos guna menyasar pasar wisatawan dari Eropa dan Asia.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una, Asrin Soga, menyatakan bahwa rute penerbangan Makassar–Ampana sangat krusial. Hal ini sejalan dengan kebijakan Bupati untuk menjadikan aksesibilitas sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah dan sektor pariwisata.
“Kita melihat konektivitas sebagai bagian penting dari pengembangan pariwisata. Sesuai arah kebijakan Bupati, kita terus membangun komunikasi dengan maskapai untuk mencari peluang terbaik membuka akses menuju Tojo Una-Una,” ujar Asrin Soga, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una.
Makassar dipilih sebagai titik keberangkatan strategis karena statusnya sebagai hub transportasi udara utama di Indonesia Timur. Kehadiran rute penerbangan Makassar–Ampana diyakini akan memangkas waktu tempuh bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berkunjung ke Togean.
“Destinasi yang kuat harus didukung akses yang kuat. Kita ingin Kepulauan Togean tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga semakin mudah dijangkau oleh wisatawan,” kata Asrin.
Pemerintah daerah saat ini tengah mengkaji berbagai aspek teknis terkait rute penerbangan Makassar–Ampana, mulai dari potensi jumlah penumpang hingga kesiapan operasional bandara. Sinergi dengan industri perjalanan internasional terus diperkuat untuk memastikan keberlanjutan rute tersebut di masa depan.
Upaya pembukaan akses udara ini diharapkan mampu mendorong posisi Tojo Una-Una sebagai Gerbang Pariwisata Bahari Sulawesi Tengah. Selain pariwisata, lancarnya transportasi udara juga diprediksi akan menggerakkan sektor ekonomi kreatif, investasi, dan UMKM di wilayah tersebut.
