POSO, MAL – Perum Bulog Cabang Poso mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras sebesar 107,77 persen dari target tahun 2026.

Capaian ini sejalan dengan realisasi nasional yang mencapai 4,11 juta ton setara beras per 9 Oktober 2026, atau 102,88 persen dari target 4 juta ton.

Pimpinan Cabang Bulog Poso, Muh. Chaidir Fitriawan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras Bulog serta dukungan berbagai pihak dalam menyerap hasil panen petani dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Kami mengapresiasi TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, mitra kerja, dan seluruh pihak yang mendukung pengadaan beras sehingga pencapaian berhasil,” kata Chaidir, Jumat (9/10).

Secara nasional, stok CBP tercatat mencapai 4,5 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Capaian ini memperkuat ketersediaan pangan pemerintah untuk menjaga pasokan beras dan mendukung stabilisasi harga.

Menurut Chaidir, penyerapan hasil panen di tingkat petani menjadi fondasi penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

“Bulog berkomitmen melanjutkan penyerapan hasil panen hingga akhir 2026 melalui penguatan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan sarana penyimpanan, dan percepatan pengadaan saat panen guna mendukung ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.

Bulog Cabang Poso akan melanjutkan penyerapan gabah dan beras petani hingga akhir tahun. Upaya tersebut diharapkan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Meski target pengadaan telah terlampaui, konsistensi penyerapan tetap menjadi kunci agar hasil panen petani terserap dan stabilitas harga beras dapat terjaga.