MANADO, MAL – Tiga gempa bumi dengan magnitudo 4,1 hingga 5,8 mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada 8–9 Oktober 2026. Gempa terjadi di Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan tenggara Bitung.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa di Sangihe dan Bitung tidak berpotensi tsunami, sementara getaran gempa di Bitung dirasakan hingga Manado dan Tondano. Hingga 9 Oktober 2026, belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat ketiga gempa tersebut.

Gempa pertama terjadi di wilayah tenggara Ondong, Kabupaten Kepulauan Sitaro, pada Kamis (8/10/2026) pukul 13.49.38 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 2,35 derajat Lintang Utara dan 126,13 derajat Bujur Timur, sekitar 96 kilometer tenggara Ondong.

Beberapa jam kemudian, gempa bermagnitudo 5,8 mengguncang Kepulauan Sangihe pada pukul 16.07 WITA. BMKG mencatat episentrum gempa berada pada koordinat 5,66 derajat Lintang Utara dan 125,19 derajat Bujur Timur, sekitar 230 kilometer barat laut Tahuna, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan gempa di Sangihe tidak berpotensi tsunami. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Rangkaian gempa berlanjut pada Jumat (9/10/2026), ketika gempa bermagnitudo 5,1 mengguncang wilayah tenggara Bitung pada pukul 13.11.04 WITA. Pusat gempa berada di laut, sekitar 125 kilometer tenggara Bitung, pada koordinat 0,77 derajat Lintang Utara dan 126,03 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG melaporkan getaran gempa di tenggara Bitung dirasakan di Bitung dan Tondano dengan intensitas III dalam skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Getaran juga dilaporkan terasa hingga Manado.

Intensitas III MMI menunjukkan getaran dirasakan di dalam rumah dan benda-benda ringan dapat bergoyang. Skala MMI menggambarkan tingkat getaran yang dirasakan di suatu lokasi, sedangkan magnitudo menunjukkan ukuran gempa.

BMKG memastikan gempa bermagnitudo 5,1 di tenggara Bitung tidak berpotensi tsunami. Sementara itu, informasi yang tersedia belum memastikan apakah ketiga gempa di Sangihe, Sitaro, dan Bitung saling berkaitan.

Sulawesi Utara merupakan wilayah dengan aktivitas seismik tinggi karena berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif serta memiliki zona subduksi dan sesar aktif. Kondisi tersebut menjadikan kewaspadaan terhadap aktivitas gempa penting bagi masyarakat di wilayah ini.

BMKG mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi lembaga tersebut dan tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi mengenai dampak lanjutan ketiga gempa masih menunggu pembaruan resmi.