LUWUK, MAL – Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Sulawesi Tengah, Hj Bunda Wiwik Jumatul Rofi’ah, menyampaikan materi tentang Gerakan Pengarusutamaan Keluarga di hadapan pengurus dan anggota PKS Kabupaten Banggai, pekan lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Wiwik yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng menjelaskan pentingnya menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi dalam pembangunan masyarakat.
“Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPD PKS Kabupaten Banggai, Ustadz Masri Malla. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk masyarakat yang kuat serta pentingnya keterlibatan perempuan dalam berbagai ruang pengabdian dan pembangunan,” kata Bunda Wiwik saat ditemui awak media, Senin (5/10/2026).
Menurut Bunda Wiwik, kegiatan tersebut difasilitasi Bipeka DPD PKS Kabupaten Banggai dan dipandu Ketua Bipeka Kabupaten Banggai Faidah sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan peserta dalam pembahasan berbagai tantangan keluarga serta pentingnya membangun gerakan yang menjadikan keluarga sebagai pusat perhatian dalam kehidupan sosial.
Dalam paparannya, Bunda Wiwik mengatakan keluarga memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter anak, membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas hubungan antaranggota keluarga, sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat.
“Keluarga bukan hanya urusan domestik, tetapi merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Jika kita ingin membangun masyarakat dan bangsa yang kuat, maka keluarga harus menjadi bagian penting dari setiap proses pembangunan,” katanya.
Ia mengatakan pengarusutamaan keluarga membutuhkan keterlibatan bersama antara ayah, ibu, anak, masyarakat, organisasi, dan pemerintah. Gerakan tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui edukasi, keteladanan, pemberdayaan keluarga, serta penguatan peran perempuan dan laki-laki secara seimbang.
Kegiatan itu dihadiri anggota Pelopor, anggota Penggerak, serta anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kabupaten Banggai.
Para peserta juga berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai berbagai persoalan keluarga, termasuk pola komunikasi dalam keluarga, pengasuhan anak, ketahanan keluarga, serta peran perempuan dalam membangun lingkungan keluarga yang sehat dan produktif. ***
