MOROWALI, MAL – Dua Kompi Satuan Brimob Batalyon C Pelopor Polda Sulawesi Tengah masih disiagakan di Kota Bungku, Kabupaten Morowali, pascabentrok antara warga Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, dengan pihak PT Astima Konstruksi (ASKON), Sabtu (3/10).

Pengerahan personel Brimob dilakukan untuk membantu Polres Morowali mengamankan situasi dan mencegah kembali terjadinya bentrok antara kedua pihak.

Komandan Batalyon C Pelopor Polda Sulawesi Tengah, Kompol Dimas Putra Kembaran, mengatakan kehadiran personel Brimob di lokasi merupakan bagian dari upaya pengamanan pascabentrok.

“Kehadiran Satuan Brimob tidak lain untuk membantu Polres Morowali dalam pengamanan situasi di lokasi area PT ASKON yang sebelumnya terjadi bentrok antara warga setempat dan pihak perusahaan,” kata Dimas saat dikonfirmasi, Ahad (4/10).

Dimas menyebutkan, sebagian personel telah ditarik dari tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, dua kompi personel Brimob masih disiagakan di Kota Bungku.

“Saat ini sejumlah personel telah ditarik dari TKP. Meski begitu, dua kompi Satuan Brimob masih melakukan siaga di Kota Bungku,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan tersebut juga menyebabkan sejumlah kendaraan dan alat berat mengalami kerusakan serta dibakar massa.

Sementara itu, Polres Morowali telah mengevakuasi sebanyak 75 Warga Negara Asing (WNA) ke Polda Sulawesi Tengah. Para WNA tersebut selanjutnya menjalani pemeriksaan terkait peristiwa yang terjadi di area PT ASKON.

Pengamanan dan pemantauan situasi masih dilakukan aparat kepolisian guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan maupun bentrok susulan. **