PALU, MAL – MAN 2 Kota Palu menggelar Talkshow Nasional Anti-Bullying dalam rangka Milad ke-51 dan Reuni Akbar MAN 2 Kota Palu di Auditorium MAN 2 Kota Palu, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan bertema “Peaceful without Bullying: Berani Peduli, Wujudkan Sekolah Nyaman dan Berprestasi” itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Hardi.

Dalam sambutannya, Hardi menyampaikan salam hangat sekaligus permohonan maaf dari Wali Kota Palu Hadianto Rasyid yang belum dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut.

Hardi mengatakan, isu bullying perlu mendapat perhatian bersama karena berkaitan dengan berbagai bentuk kekerasan, baik verbal, fisik, maupun melalui ruang digital.

Menurut dia, perkembangan teknologi turut mengubah bentuk interaksi dan komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, pemahaman mengenai penggunaan teknologi menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran informasi yang tidak tepat.

“Dulu kita mengatakan ujung lidah adalah nasib kita. Sekarang ujung jari juga menentukan nasib kita. Karena sudah ada kemajuan teknologi, kita harus memahami mana yang bisa dibagikan dan mana yang tidak bisa dibagikan, mana yang benar dan mana yang hoaks,” ujar Hardi.

Ia mengajak keluarga besar MAN 2 Kota Palu menciptakan lingkungan sekolah yang tenteram, nyaman, aman, dan terbebas dari praktik bullying.

“Mari kita wujudkan MAN 2 ini dengan suasana yang tentram, nyaman, dan tanpa bullying,” kata Hardi.

Hardi menyebut upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman sejalan dengan berbagai program Pemerintah Kota Palu, termasuk mewujudkan Kota Palu sebagai kota yang sehat, ramah anak, serta bersih.

Ia juga mengapresiasi MAN 2 Kota Palu yang disebut mendapat perhatian dalam persiapan menuju Adiwiyata Nasional. Menurut Hardi, hal tersebut menjadi salah satu cerminan pengejawantahan visi dan misi Pemerintah Kota Palu serta sejalan dengan program pendidikan di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah.

“Terima kasih kepada keluarga besar MAN 2 yang selama ini turut mendukung program-program Pemerintah Kota Palu,” ungkap Hardi.

Selain itu, Hardi menyebut MAN 2 Kota Palu sebagai salah satu sekolah yang banyak diminati masyarakat. Ia mengaitkan hal tersebut dengan tingginya aktivitas dan jumlah peserta didik di sekolah tersebut.

“Saya juga pernah menjadi kepala sekolah selama delapan tahun. Kalau kita lewat pagi maupun sore di depan MAN 2, sering terjadi kemacetan. Ini menunjukkan bahwa MAN 2 menjadi salah satu sekolah favorit yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, memiliki keterampilan, serta dilandasi iman dan takwa, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tutur Hardi.

Dalam kesempatan tersebut, Hardi turut mengapresiasi berbagai prestasi yang telah ditorehkan MAN 2 Kota Palu di tingkat nasional maupun internasional. Menurut dia, prestasi tersebut tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama Kota Palu ke tingkat yang lebih luas.

Hardi kemudian menyampaikan sejumlah program Pemerintah Kota Palu di bidang pendidikan, salah satunya beasiswa pendidikan di Sampoerna University yang telah dilaksanakan sejak periode pertama kepemimpinan Hadianto Rasyid.

Hingga saat ini, disebut telah terdapat tiga alumni penerima beasiswa tersebut yang menyelesaikan pendidikan. MAN 2 Kota Palu juga menjadi salah satu sekolah dengan jumlah siswa yang cukup banyak mengikuti proses seleksi penerima beasiswa Sampoerna University untuk angkatan 2027.

Selain beasiswa, Pemerintah Kota Palu mendorong peningkatan kualitas kepala sekolah melalui program magang kepala sekolah. Hardi berharap MAN 2 Kota Palu dapat membangun komunikasi dengan Wali Kota Palu terkait peluang dan pelaksanaan program tersebut.

“Termasuk program dua miliar untuk sekolah terbersih. Ini merupakan bagian dari upaya kita membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar,” jelas Hardi.

Hardi juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun. Menurut dia, pada masa kepemimpinan Hadianto Rasyid, Pemkot Palu telah melakukan penegerian terhadap 16 satuan PAUD sebagai salah satu langkah memenuhi program tersebut.

Pemerintah Kota Palu juga menyediakan beasiswa yang dikhususkan bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Palu.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah agar tidak ada anak-anak kita yang terhambat pendidikannya hanya karena persoalan ekonomi,” kata Hardi.

Menutup sambutannya, Hardi berharap Talkshow Nasional Anti-Bullying tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan.

Ia mengajak peserta didik, guru, orang tua, alumni, serta seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Palu untuk berani peduli dan saling menjaga.

“Semoga MAN 2 Kota Palu terus menjadi sekolah yang melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, memiliki keterampilan, serta beriman dan bertakwa,” pungkasnya. ***