MOROWALI, MAL – Kepercayaan masyarakat lingkar tambang terhadap PT BTIIG dan PT IHIP disebut terus menurun.

Warga menilai sejumlah komitmen yang telah berulang kali disepakati bersama hingga kini belum direalisasikan secara serius.

Kekecewaan tersebut mendorong Aliansi Masyarakat Topogaro menggelar aksi unjuk rasa pada Minggu (27/9).

Dalam aksi itu, massa menyampaikan tiga tuntutan utama kepada perusahaan.

Tiga tuntutan tersebut yakni meminta relokasi Dusun Folili segera direalisasikan, menuntut kejelasan dan pembayaran dana kompensasi atas dampak debu dari aktivitas perusahaan, serta meminta perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk bekerja di kawasan perusahaan.


Koordinator lapangan aksi, Sulham, menegaskan masyarakat tidak ingin persoalan yang telah lama disampaikan hanya berakhir pada janji.


“Kami meminta pihak perusahaan segera memberikan kepastian dan merealisasikan kesepakatan yang telah disampaikan kepada masyarakat, khususnya terkait relokasi Dusun Folili,” ujarnya.


Tuntutan lain disampaikan Moh Amin yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan. Ia menyoroti persoalan kompensasi atas dampak debu yang dirasakan masyarakat akibat aktivitas perusahaan.


“Masyarakat merasakan langsung dampak aktivitas perusahaan. Karena itu, kompensasi yang menjadi tuntutan warga selama ini harus segera mendapatkan kejelasan dan tidak terus dibiarkan oleh pihak perusahaan tanpa kepastian,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator lapangan lainnya, Sahbudin, menekankan pentingnya keberpihakan perusahaan terhadap masyarakat sekitar dalam hal penyerapan tenaga kerja.


“Kami meminta perusahaan memberikan prioritas yang nyata kepada anak-anak lokal untuk mendapatkan kesempatan bekerja. Masyarakat di sekitar wilayah operasi harus ikut merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” katanya.


Para koordinator lapangan menegaskan, tiga tuntutan tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya kepastian serta realisasi atas berbagai komitmen yang telah dibangun antara perusahaan dan masyarakat.


Massa aksi kini menunggu respons PT BTIIG dan PT IHIP terhadap tuntutan tersebut. Warga berharap perusahaan tidak hanya memberikan pernyataan, tetapi mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat lingkar tambang.