PALU, MAL – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Tengah menggelar Shalat Istisqa di halaman Kantor Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Sulawesi Tengah, Ahad (20/09).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan sekaligus mengajak umat memperbanyak istigfar, introspeksi diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Shalat Istisqa dihadiri sejumlah unsur DPTW PKS Sulawesi Tengah. Bertindak sebagai imam, Ketua Dewan Etik Daerah (DED) PKS Kabupaten Sigi, Ustadz Mukhalid. Sementara khutbah dan doa dipimpin Kepala Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan (BPUK) DPW PKS Sulawesi Tengah, Ustadz Asgar Korona.

Dalam khutbahnya, Asgar mengatakan Shalat Istisqa tidak hanya menjadi ikhtiar untuk memohon hujan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama manusia dan makhluk hidup lain yang membutuhkan air.

Menurut dia, hujan membawa manfaat luas, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi tumbuh-tumbuhan, hewan ternak, dan berbagai makhluk hidup lainnya. Ia mengutip Surat Al-Furqan ayat 48–49 yang menjelaskan bahwa Allah menurunkan air dari langit untuk menghidupkan negeri-negeri yang mati serta memberikan minum kepada manusia dan hewan.

“Karena itu, saat kita melaksanakan salat istisqa ini, bukan sekadar memohon kasih sayang Allah agar Ia menurunkan hujan dari langit. Namun, kita juga sedang memohon kebaikan dari Allah dengan membuktikan cinta kita kepada makhluk-makhluk Allah yang lainnya,” kata Asgar.

Ia juga mengajak jamaah mendoakan masyarakat di berbagai wilayah yang mengalami kekurangan air, termasuk tanaman, pepohonan, hewan ternak, dan makhluk hidup lainnya.

“Mudah-mudahan di antara kita ini ada orang-orang yang mustajab doanya, ada orang-orang yang doanya didengar dan dikabulkan oleh Allah, sehingga kita ingin kehadiran kita menjadi rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

Dalam khutbahnya, Asgar menekankan pentingnya memperbanyak istigfar dan bertobat kepada Allah SWT. Ia mengutip Surat Hud ayat 52 yang menyerukan manusia untuk memohon ampun dan bertobat kepada Allah, serta Surat Nuh ayat 10–12 yang berisi ajakan Nabi Nuh AS kepada kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah Yang Maha Pengampun.

Menurutnya, momentum Shalat Istisqa hendaknya menjadi kesempatan bagi setiap jamaah untuk melakukan introspeksi diri dan memperbanyak istigfar.

“Maka jemaah yang dimuliakan oleh Allah, perbanyaklah beristigfar,” katanya.

Asgar mengingatkan bahwa setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan dan dosa yang dilakukan melalui berbagai anggota tubuh maupun hati.

“Siapa di antara kita yang tidak pernah melakukan dosa? Bahkan dosa itu dilakukan oleh setiap inci dari tubuh kita. Mata kita, telinga kita, lisan kita, tangan kita, kaki kita, bahkan hati kita,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak jamaah tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadikan Shalat Istisqa sebagai momentum untuk memperbaiki diri, meninggalkan dosa, memperbanyak istigfar, dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pelaksanaan Shalat Istisqa kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk memohon hujan yang membawa manfaat, keberkahan, serta menjadi rahmat bagi masyarakat dan seluruh makhluk hidup. ***