PALU, MAL – Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu terus mematangkan penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Salah satunya melalui pembekalan dosen Fakultas Ekonomi mengenai standardisasi sistem penilaian akademik berbasis capaian pembelajaran.

Pembekalan tersebut dilakukan melalui workshop evaluasi pembelajaran bertema “Perhitungan CPL & CPMK: Standardisasi Penilaian Akademik Dosen Fakultas Ekonomi” yang digelar di Aula Guru Tua Fakultas Ekonomi Unisa Palu, Sabtu (19/9).

Kegiatan diikuti seluruh dosen Fakultas Ekonomi sebagai bagian dari persiapan penerapan kurikulum berbasis OBE yang akan mulai diterapkan pada semester baru.

Dekan Fakultas Ekonomi Unisa Palu, Dr. Muhammad Umar A., S.E., M.M., mengatakan penerapan OBE membutuhkan kesamaan pemahaman dari seluruh dosen, terutama dalam menyusun pembelajaran, menentukan capaian pembelajaran, serta melakukan penilaian terhadap ketercapaian kompetensi mahasiswa.

“Penerapan kurikulum berbasis OBE membutuhkan komitmen dan pemahaman yang sama dari seluruh dosen. CPL dan CPMK harus menjadi dasar dalam proses pembelajaran dan penilaian, sehingga nilai yang diberikan benar-benar menggambarkan ketercapaian kompetensi mahasiswa,” ujar Muhammad Umar.

Menurutnya, sistem penilaian dalam OBE tidak semata-mata berorientasi pada nilai akhir mahasiswa. Penilaian harus mampu menunjukkan sejauh mana capaian pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai melalui proses pembelajaran setiap mata kuliah.

Karena itu, standardisasi penilaian diperlukan agar penerapan sistem akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi memiliki acuan yang seragam.

Dengan adanya standardisasi tersebut, setiap dosen diharapkan memiliki pedoman yang jelas dalam menghubungkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), proses pembelajaran hingga hasil penilaian mahasiswa.

Workshop menghadirkan Dr. Afadil, S.Pd., M.Si., Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Tadulako (Untad), sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Afadil menjelaskan CPL merupakan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan program pendidikan. Sementara CPMK merupakan kemampuan yang harus dicapai mahasiswa setelah mengikuti suatu mata kuliah.

Menurutnya, CPMK harus dirumuskan secara terukur dan memiliki keterkaitan yang jelas dengan CPL. Setiap mata kuliah harus memberikan kontribusi terhadap pencapaian CPL program studi melalui CPMK yang dirancang sesuai karakteristik mata kuliah.

“Yang paling penting dalam penerapan OBE adalah memastikan adanya keterkaitan antara apa yang direncanakan, apa yang diajarkan, apa yang dinilai, dan capaian yang dihasilkan mahasiswa. Karena itu, CPMK harus dapat diukur dan hasil penilaiannya dapat digunakan untuk melihat ketercapaian CPL,” jelas Afadil.

Ia juga memberikan pemahaman mengenai mekanisme pengukuran ketercapaian CPMK dan CPL. Termasuk bagaimana dosen mengolah hasil berbagai bentuk asesmen menjadi informasi mengenai tingkat ketercapaian capaian pembelajaran mahasiswa.

Berbagai bentuk penilaian, seperti tugas, kuis, proyek, praktik, presentasi, ujian maupun asesmen lainnya, menurut Afadil, perlu dikaitkan dengan CPMK yang telah ditetapkan.

Melalui workshop tersebut, dosen Fakultas Ekonomi Unisa Palu mendapatkan pemahaman mengenai penerapan sistem penilaian yang selaras dengan CPL dan CPMK.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menyamakan persepsi dosen dalam menerapkan standar penilaian akademik sebagai bagian dari persiapan implementasi kurikulum berbasis OBE pada semester baru.

Penerapan kurikulum tersebut diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara perencanaan pembelajaran, pelaksanaan perkuliahan, asesmen hingga capaian kompetensi mahasiswa.

Dengan standardisasi perhitungan CPL dan CPMK, Fakultas Ekonomi Unisa Palu mendorong sistem penilaian akademik yang lebih terukur, konsisten dan selaras dengan capaian pembelajaran yang ditetapkan dalam kurikulum. **