JAYAWIJAYA, MAL – Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak diduga oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas mendistribusikan bantuan ternak kepada masyarakat dan meninjau kegiatan cetak sawah di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.47–15.53 WIT.
Korban merupakan bagian dari rombongan berjumlah 11 pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang sedang dalam perjalanan menuju Wamena setelah meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah di Distrik Muliama. Dalam insiden tersebut, tiga ASN meninggal dunia, sementara delapan lainnya selamat.
Ketiga korban yang tewas masing-masing AAM (35), dokter hewan Dinas Pertanian Jayawijaya yang mengalami luka tembak di kepala belakang dan dada kiri; AR (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya yang mengalami luka tembak di perut dan meninggal di lokasi; serta WB (24), pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya yang meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Faizal Ramadhani mengatakan para korban sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis.
“Ketiga korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena,” kata Faizal.
Ia menegaskan aparat akan mengusut tuntas kasus tersebut dan memburu para pelaku.
“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo mengonfirmasi ketiga korban meninggal dunia dalam serangan yang dilakukan orang tak dikenal.
“Mengonfirmasi tewasnya tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, dalam serangan OTK,” kata Yusuf.
Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya saat ini masih melakukan penyelidikan, penyisiran, dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berasal dari KKB wilayah Nduga.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga petugas tersebut. Ia memastikan para korban sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat saat insiden terjadi.
“Ketiga petugas tersebut gugur ketika sedang mendistribusikan bantuan ternak kepada masyarakat,” kata Amran.
Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan Hari Bakti Pertanian pada 9 September 2026. Insiden tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk DPR RI.
Anggota Komisi XIII DPR RI Mafirion menilai penembakan terhadap petugas sipil yang sedang menjalankan tugas negara merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.
“Tindakan KKB yang menembak tiga pegawai Dinas Pertanian ini adalah tindakan yang tidak manusiawi. Ini adalah pelanggaran HAM yang tidak boleh ada toleransi. Kejadian ini bukan yang pertama kali dilakukan KKB. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang secara sengaja menghilangkan nyawa warga sipil yang tidak berdosa,” ujar Mafirion.
Ia juga meminta aparat keamanan mengusut tuntas pelaku penembakan dan memberikan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku.
Hingga Kamis (10/9/2026), pelaku masih dalam pengejaran aparat. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya terus melakukan penyelidikan dan penyisiran untuk mengungkap pelaku penembakan di Distrik Muliama.
