MAKASSAR, MAL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama tim gabungan memonitor penyaluran BBM Subsidi di SPBU Pettarani, Kota Makassar, Jumat (4/9/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi sesuai ketentuan dan tepat sasaran, termasuk mengecek transaksi pembelian menggunakan QR Code Subsidi Tepat.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi lintas sektoral Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengurai antrean di sejumlah SPBU sekaligus memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan.
Tim gabungan yang terlibat terdiri dari Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Satpol PP, Polda Sulsel, dan Dinas ESDM. Pemantauan dilakukan secara langsung di area SPBU, termasuk pengecekan transaksi pembelian BBM Subsidi menggunakan QR Code Subsidi Tepat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan BBM Subsidi diterima masyarakat yang berhak serta mencegah pola pengisian yang tidak sesuai ketentuan.
“Monitoring ini kami lakukan bersama dengan stakeholder terkait untuk memastikan penyaluran BBM Subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Kami juga melakukan pengecekan terhadap transaksi menggunakan QR Code untuk melihat pola pembelian dan mengidentifikasi apabila terdapat pengisian yang berulang atau tidak wajar,” ujar Lilik.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memindai QR Code BBM Subsidi milik pelanggan. Data transaksi kemudian digunakan untuk melihat riwayat pembelian sehingga pola transaksi yang tidak sesuai dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Lilik mengatakan, pengawasan penyaluran BBM Subsidi dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, terutama dalam merespons dinamika kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami terus memperkuat pengawasan, baik melalui sistem maupun pemantauan langsung di lapangan. Apabila ditemukan adanya indikasi transaksi yang tidak sesuai, tentunya akan kami lakukan pengecekan dan tindak lanjut sesuai ketentuan. Upaya ini kami lakukan agar BBM Subsidi dapat benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak,” jelas Lilik.
Sepanjang Januari hingga 4 September 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah memblokir 4.767 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau tidak wajar.
“Pemblokiran QR Code dilakukan berdasarkan hasil identifikasi terhadap pola transaksi yang terindikasi tidak wajar. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan untuk menjaga agar penyaluran BBM Subsidi tetap sesuai peruntukannya,” tambah Lilik.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan terkait untuk melakukan monitoring serta evaluasi penyaluran BBM Subsidi di wilayah Sulawesi Selatan. ***
