PALU, MAL – Kota Palu dan sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah mengalami cuaca panas dan kering sejak pertengahan Agustus 2026. Suhu udara di ibu kota provinsi itu dilaporkan sempat mencapai 37 derajat Celsius dan pada periode tertentu tercatat sebagai kota terpanas di Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi panas dan kering masih berlanjut hingga September, bahkan berpeluang bertahan sampai Oktober 2026.

BMKG memperkirakan hingga September 2026 hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah tidak mengalami curah hujan yang berarti.

Pada Oktober 2026, cuaca panas dan kondisi kering masih berpeluang tinggi terjadi, terutama di wilayah Sulawesi Tengah bagian timur. Suhu udara di beberapa wilayah, termasuk Kota Palu, diprakirakan tetap tinggi hingga akhir Oktober.

Data pengamatan menunjukkan suhu maksimum harian di Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al Jufri Palu sempat mencapai 36,4 derajat Celsius pada pertengahan Agustus 2026 dan masuk dalam daftar suhu tertinggi nasional. Sejumlah laporan lokal juga mencatat suhu di Palu menyentuh 37 derajat Celsius.

Pada periode 23 Agustus hingga 1 September 2026, BMKG mencatat suhu maksimal di Sulawesi Tengah mencapai 36 derajat Celsius pada siang hingga sore hari, sementara suhu minimum berada di kisaran 22 derajat Celsius pada dini hari.

Prakirawan BMKG Stasiun Mutiara Sis Al Jufri Palu, Fathan Labanu, mengatakan mayoritas wilayah Sulawesi Tengah masih didominasi cuaca cerah.

“Mayoritas wilayah di Sulteng berpotensi cerah, tidak ada daerah berpotensi hujan sedang hingga lebat,” kata Fathan.

Ia menambahkan, “Suhu maksimal 22 derajat celcius pada dini hari, dan 36 derajat celcius pada siang hingga sore hari.”

BMKG menjelaskan kondisi panas dan kering dipengaruhi oleh kombinasi fenomena El Niño yang berada pada kategori sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Kedua fenomena tersebut mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia sehingga atmosfer cenderung lebih kering dan suhu udara meningkat.

Analisis BMKG pada Dasarian III Agustus 2026 menunjukkan anomali suhu permukaan laut Niño 3.4 mencapai +2,74, sementara indeks ENSO periode Juni–Agustus 2026 berada pada angka 2,2 yang menandakan El Niño sangat kuat. Pada saat yang sama, indeks IOD tercatat positif sebesar +0,290.

Selain suhu tinggi, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Risiko karhutla di Sulawesi Tengah saat ini berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi.

“Pantauan suhu di Kota Palu saat ini berkisar 22 derajat Celsius pada malam hari dan 36 derajat Celsius pada siang hari,” demikian peringatan BMKG Stasiun Mutiara Sis Al Jufri Palu.

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah baru mulai keluar dari zona risiko kekeringan ekstrem pada November 2026, seiring bergesernya peluang curah hujan rendah ke wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, menjaga kesehatan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.

Menyikapi kondisi tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah mengeluarkan imbauan pelaksanaan Shalat Istisqa dan doa bersama.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Nomor B/25/DP-P/XXIII/IX/2026 tertanggal 1 September 2026 yang ditujukan kepada MUI kabupaten/kota, organisasi Islam, pengurus masjid, dan umat Islam di Sulawesi Tengah.

Pengurus Besar (PB) Alkhairaat juga telah merencanakan Shalat Istisqah pada Ahad, 6 September mendatang, di komplek lapangan PB Alkhairaat, Jalan SIS Aljufri, Palu Barat.