PALU, MAL – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat mengajak umat Islam di Kota Palu untuk bersama-sama melaksanakan Shalat Sunnah Istisqa dan doa bersama pada Ahad, 6 September 2026, di Kompleks Lapangan Alkhairaat Pusat Palu, Jalan SIS Aljufri Nomor 44, Palu Barat.

Kegiatan tersebut digelar sebagai ikhtiar batin dan permohonan ampun kepada Allah SWT di tengah musim kemarau panjang yang berdampak pada kekeringan, berkurangnya sumber air, serta belum turunnya hujan.

PB Alkhairaat melalui Majelis Dakwah, dalam lampiran surat Nomor: 176/14.8/PBA/2026, juga telah menyampaikan sejumlah persiapan dan tata cara pelaksanaan Shalat Istisqa yang perlu diperhatikan jamaah.

Sebelum melaksanakan shalat, umat Islam dianjurkan bertobat kepada Allah SWT, memperbanyak istighfar, bersedekah, menghentikan maksiat dan kezaliman, serta berdamai dengan sesama Muslim yang sedang dimusuhi. Jamaah juga dianjurkan berpuasa selama tiga hari sebelum pelaksanaan Shalat Istisqa.

Pada hari keempat setelah berpuasa, imam bersama masyarakat keluar menuju lapangan untuk melaksanakan shalat. Jamaah dianjurkan menggunakan pakaian reguler yang biasa dipakai untuk bekerja sehari-hari, bukan pakaian bagus. Orang tua, anak-anak, serta orang-orang yang lemah secara fisik juga dianjurkan ikut serta.

Bagi masyarakat yang memiliki ternak, dalam panduan tersebut ternak juga dianjurkan dibawa ke lokasi dan ditempatkan di tempat yang tidak mengganggu jamaah.

Adapun niat Shalat Sunnah Istisqa dua rakaat yang dicantumkan dalam panduan PB Alkhairaat adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ الاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا (إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah minta hujan dua rakaat sebagai makmum (atau imam), karena Allah SWT.”

Tata cara Shalat Istisqa disebut mirip dengan Shalat Id dan dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama, dilakukan tujuh kali takbir sebelum membaca Surat Al-Fatihah. Sementara pada rakaat kedua dilakukan lima kali takbir sebelum membaca Surat Al-Fatihah.

Setelah shalat selesai, dilanjutkan dengan dua kali khutbah. Rukun khutbah sama seperti rukun khutbah pada umumnya. Pada awal khutbah pertama, khatib membaca istighfar sebanyak sembilan kali. Sementara pada awal khutbah kedua, istighfar dibaca sebanyak tujuh kali.

Bacaan istighfar yang dicantumkan dalam panduan tersebut adalah:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Khatib kemudian dianjurkan memperbanyak doa dan istighfar dalam khutbah. Salah satu bacaan imbauan beristighfar yang dianjurkan untuk diulang adalah:

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Ketika khatib memanjatkan doa, makmum mengangkat tangan sambil mengucapkan amin.

Pada sekitar dua pertiga khutbah kedua, khatib disunnahkan menghadap kiblat. Selanjutnya, posisi selendang surban dibalik dari bahu kanan ke bahu kiri dengan posisi terbalik, yakni bagian bawah diletakkan di atas dan bagian dalam diletakkan di luar. Setelah itu, khatib kembali meneruskan khutbah.

PB Alkhairaat mengimbau jamaah yang akan mengikuti kegiatan tersebut membawa perlengkapan shalat, seperti sajadah atau alas masing-masing.

Kegiatan Shalat Istisqa dan doa bersama ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 6 September 2026, pukul 07.00 Wita hingga selesai di Kompleks Lapangan Alkhairaat Pusat Palu.

Surat imbauan tersebut dikeluarkan di Palu pada 3 September 2026 dan ditandatangani Ketua Umum PB Alkhairaat Dr. HS. Mohsen Alaydrus serta Sekretaris Jenderal Drs. Jamaluddin Mariadjang. Sementara Majelis Dakwah PB Alkhairaat tercantum sebagai pihak yang menyampaikan lampiran persiapan Shalat Istisqa.