PARIMO, MAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) terus mempercepat penanganan dan pemulihan pascabanjir bandang yang menerjang Desa Avolua.
Hingga hari keenam pascabanjir, BPBD Parimo mencatat sebanyak 58 rumah terdampak dengan 77 Kepala Keluarga (KK) atau 247 jiwa.
Plt Kalak BPBD Parimo, Moh. Rivai mengatakan, sebanyak 424 relawan dikerahkan untuk membantu penanganan dampak banjir, termasuk membersihkan rumah warga dari sisa material lumpur.
Selain pembersihan, BPBD bersama unsur terkait juga mendistribusikan makanan siap saji dan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Kebutuhan makanan siap saji untuk warga terdampak sebanyak 56 bungkus ditambah kebutuhan konsumsi relawan sesuai data dapur umum Tagana/Dinas Sosial Parimo,” ungkap Rivai, Senin (31/8).
Menurutnya, dalam masa tanggap darurat selama 14 hari, pihaknya terus melakukan percepatan pemulihan di lokasi terdampak, mulai dari pemenuhan kebutuhan air bersih, normalisasi sungai hingga pembersihan material sisa banjir.
“Posko induk difungsikan sebagai pusat informasi penanggulangan bencana, termasuk di dalamnya dapur umum, posko induk dan posko pengungsian warga terdampak,” jelasnya.
Untuk mendukung percepatan penanganan, BPBD mengerahkan 33 unit kendaraan operasional. Armada tersebut terdiri atas kendaraan roda empat, roda dua, mobil tangki penyuplai air bersih serta alat berat untuk mendukung proses normalisasi.
Rivai mengatakan, hingga hari keenam setelah kejadian, sekitar delapan KK masih bertahan di lokasi pengungsian.
Selain makanan siap saji, BPBD Parimo juga mendistribusikan bantuan logistik bencana yang berasal dari berbagai pihak kepada warga terdampak.
“Selain distribusi makanan siap saji, kami juga mendistribusikan bantuan logistik bencana dari para pihak untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak,” pungkasnya.
