MOROWALI, MAL – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Morowali resmi memulai kegiatan pembelajaran tahun ajaran 2026/2027 dengan 583 peserta didik yang terdaftar.

Kegiatan pembelajaran tersebut mulai dilaksanakan sejak Ahad (6/9) dengan membuka kembali seluruh program pendidikan kesetaraan, mulai dari PAUD, Paket A, Paket B hingga Paket C.

Kepala SKB Morowali, Abdullah Muhammad Djafar, mengatakan selain pendidikan kesetaraan, SKB Morowali juga menyediakan berbagai program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas. Pada tahun ajaran ini, SKB Morowali fokus pada peningkatan kompetensi peserta didik dan penguatan kurikulum berbasis kebutuhan masyarakat,” kata Abdullah, Senin (7/9).

Menurutnya, sistem pembelajaran di SKB Morowali berbeda dengan sekolah formal. Proses belajar dilaksanakan melalui tatap muka, daring, serta penugasan atau tutorial.

Pelaksanaan pembelajaran tersebut tetap disesuaikan dengan sarana dan prasarana yang tersedia di SKB Morowali.

Abdullah menjelaskan, dari total 583 peserta didik yang terdaftar, mereka akan mengikuti program pendidikan sesuai jenjang dan kebutuhan masing-masing.

Selain pendidikan kesetaraan, SKB Morowali juga membuka pendaftaran kursus komputer untuk masyarakat umum.

Namun, jumlah peserta kursus komputer masih dibatasi karena keterbatasan perangkat komputer yang tersedia.

“Kami juga saat ini menerima kursus komputer untuk kelas umum, namun masih terbatas. Perangkat yang ada paling banyak untuk 10 orang dan akan kami usulkan agar fasilitas memadai,” ujarnya.

Sementara itu, program keterampilan tata boga dan tata busana belum dapat dilaksanakan secara optimal karena fasilitas dan peralatan pendukung masih dalam proses pengadaan.

Abdullah mengatakan pihaknya akan terus mengupayakan pemenuhan fasilitas agar program keterampilan tersebut dapat dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.

Dengan dimulainya tahun ajaran 2026/2027, SKB Morowali diharapkan semakin berperan sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat, khususnya dalam menyediakan akses pendidikan kesetaraan sekaligus meningkatkan keterampilan peserta didik agar memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja. ***