LUWU TIMUR, MAL – PT Vale Indonesia Tbk bersama Universitas Hasanuddin dan berbagai komunitas menggelar aksi konservasi pesisir Luwu Timur di Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan sekitar 50 peserta dalam penanaman mangrove, transplantasi lamun, serta bersih pantai untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
Ekosistem pesisir memiliki peran vital dalam menjaga keanekaragaman hayati, melindungi garis pantai, menopang kehidupan masyarakat, serta berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Namun, tekanan yang ada menuntut upaya perlindungan dan rehabilitasi yang konsisten serta melibatkan berbagai pihak.
Aksi kolaborasi dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional ini turut dihadiri Head of External Relations PT Vale Indonesia Growth Project Sorowako Limonite (IGP Sorlim) Yusri Yunus, Head of Sorowako Limonite Project Suharpiyu Wijaya, serta Manager Social Development Program Sorowako & SOA Ardian Alhadath.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar langkah yang kita lakukan hari ini memberikan dampak nyata bagi masa depan,” ujar Yusri Yunus menegaskan komitmen PT Vale dalam praktik pertambangan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa penanaman mangrove dan transplantasi lamun adalah bagian dari dukungan perusahaan terhadap konservasi keanekaragaman hayati, meningkatkan ketahanan lingkungan pesisir, serta meninggalkan warisan positif bagi generasi mendatang. “Hari ini kita sudah menanam harapan untuk masa depan. Mari bersama-sama menjaga dan menyebarluaskan semangat konservasi ini,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Head of Sorowako Limonite Project Suharpiyu Wijaya menyampaikan bahwa aspek keberlanjutan selalu menjadi fondasi dalam setiap pengembangan proyek PT Vale.
“Mungkin langkah yang kita lakukan hari ini terlihat sederhana, tetapi inilah awal dari legacy yang ingin kita tinggalkan untuk masa depan,” ungkap Suharpiyu. Ia berharap inisiatif ini dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan praktik terbaik pengelolaan lingkungan yang bisa menjadi rujukan nasional maupun internasional.
Pada kegiatan konservasi pesisir Luwu Timur ini, sebanyak 50 bibit mangrove jenis Avicennia atau api-api ditanam di sepanjang kawasan Mangkasa Point. Jenis mangrove ini dipilih karena adaptasi tinggi, sistem perakaran kuat menahan abrasi, serta sebagai habitat biota laut dan penyerap karbon alami.
Selain itu, dilakukan transplantasi 200 lamun jenis Enhalus acoroides pada area perairan yang menjadi habitat penting beragam organisme laut. Lamun berfungsi sebagai tempat mencari makan, berlindung, berkembang biak bagi spesies ikan, serta berkontribusi besar menyerap dan menyimpan karbon biru atau blue carbon.
Penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilaksanakan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas Hasanuddin guna memastikan kesesuaian lokasi serta meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi ekosistem jangka panjang.
St. Firjatih Widhah dari tim Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin menjelaskan bahwa ekosistem lamun masih relatif kurang dikenal dibandingkan ekosistem pesisir lainnya.
“Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim,” jelasnya.
Ia mengapresiasi komitmen PT Vale yang memberikan perhatian terhadap upaya restorasi lamun, yang disebutnya memiliki tingkat keberhasilan rehabilitasi yang menantang.
“Setelah melalui pengukuran parameter lingkungan, kami berharap transplantasi lamun di perairan Mangkasa Point ini dapat tumbuh dan berkembang,” katanya.
Antusiasme para relawan terlihat sepanjang kegiatan, terlibat aktif dari penanaman hingga pembersihan pantai. Inisiatif di Mangkasa Point ini melengkapi berbagai program lingkungan yang telah dijalankan PT Vale bersama pemangku kepentingan di Desa Pasi-Pasi dan wilayah sekitarnya. ***
