JAKARTA, MAL – Xiaomi dikabarkan mengubah strategi peluncuran seri flagship Xiaomi 18 dengan merilis Xiaomi 18 versi standar secara terpisah pada Desember 2026, sementara Xiaomi 18 Pro dan Xiaomi 18 Pro Max disebut akan meluncur lebih dulu pada akhir September 2026.

Dalam rumor yang beredar hingga 18 Agustus 2026, Xiaomi 18 Ultra juga disebut tidak akan dirilis tahun ini akibat meningkatnya biaya komponen memori dan keterbatasan pasokan global.

Informasi yang beredar menyebutkan Xiaomi akan menyederhanakan lini flagship terbarunya menjadi tiga model, yakni Xiaomi 18, Xiaomi 18 Pro, dan Xiaomi 18 Pro Max. Posisi tertinggi yang sebelumnya diperkirakan ditempati Xiaomi 18 Ultra disebut akan digantikan oleh Xiaomi 18 Pro Max.

Pembocor gadget Kartikey Singh melalui platform X menyatakan, “At last, Xiaomi scrapped the 18 Ultra, OPPO/Vivo decided not to launch next generation Ultra’s in Global markets. Samsungs Ultra might be the only one available globally. All others will jump to Pro Max.”

Klaim tersebut menyebut Xiaomi tidak akan menghadirkan Xiaomi 18 Ultra pada 2026 dan mengalihkan posisi model tertinggi ke Xiaomi 18 Pro Max.

Sementara itu, pembocor teknologi Digital Chat Station mengungkapkan bahwa peluncuran seri Xiaomi 18 akan dilakukan secara bertahap.

“Peluncuran seri ponsel itu kabarnya akan diawali dengan pengenalan Xiaomi 18 Pro pada September 2026. Versi standar Xiaomi 18 akan meluncur terpisah pada bulan Desember 2026 mendatang,” ujarnya.

Menurut rumor yang beredar, Xiaomi 18 Pro dijadwalkan meluncur di China pada 28-29 September 2026, setelah agenda Snapdragon Summit yang berlangsung 22-24 September 2026.

Perangkat tersebut disebut akan menggunakan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan dipasarkan mulai 5.499 yuan atau sekitar Rp14,5 juta.

Adapun Xiaomi 18 versi standar dikabarkan hadir dengan layar sekitar 6,32 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz, baterai 5.500 mAh, pengisian daya 90W, serta kamera utama 200 megapiksel. Namun seluruh spesifikasi tersebut masih berupa bocoran dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Rumor pembatalan Xiaomi 18 Ultra disebut berkaitan dengan kenaikan harga komponen memori DRAM dan NAND yang terjadi secara global.

Kondisi tersebut dikabarkan mendorong perusahaan untuk menekan biaya produksi dan memfokuskan sumber daya pada model yang dinilai memiliki potensi penjualan lebih tinggi.

Kartikey Singh juga menyebut tren serupa mulai terlihat di industri smartphone premium, di mana sejumlah produsen disebut lebih memilih menggunakan nama Pro Max dibanding mempertahankan lini Ultra untuk pasar global.

Meski demikian, hingga Selasa (18/8/2026), Xiaomi belum mengumumkan jadwal peluncuran resmi seri Xiaomi 18 maupun mengonfirmasi kabar pembatalan Xiaomi 18 Ultra. Informasi yang beredar saat ini masih berupa rumor dan bocoran dari sejumlah pembocor teknologi.

Di sisi lain, Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max dilaporkan telah terdeteksi dalam sertifikasi EEC untuk pasar global. Namun ketersediaan perangkat di masing-masing negara, termasuk India, juga belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan.