PALU, MAL — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandai 25 tahun berdirinya Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) dengan menegaskan transformasi besar Turki selama lebih dari dua dekade terakhir. Ia menyebut pembangunan infrastruktur, industri pertahanan, layanan publik hingga perubahan sistem pemerintahan sebagai bagian penting dari perjalanan tersebut.
Dalam peringatan 25 tahun AK Party, Erdogan mengatakan sekitar 90 persen janji yang tercantum dalam program dan manifesto partai telah diwujudkan. Namun, ia menegaskan pencapaian itu bukan alasan untuk berhenti bekerja.
“Jangan ada yang mengharapkan kami untuk lelah,” kata Erdogan, seperti dikutip Daily Sabah, Jumat (14/8/2026).
Menurut Erdogan, salah satu perubahan paling penting adalah meningkatnya kemampuan Turki memproduksi kebutuhan pertahanan secara mandiri. Jika sebelumnya masih bergantung pada impor senjata, kini Turki telah mengembangkan kapal perang, pesawat tanpa awak, helikopter, tank, rudal hingga kapal selam.
Erdogan juga mengangkat sejumlah kebijakan yang menjadi simbol perubahan bagi kelompok konservatif dan religius. Di antaranya pencabutan pembatasan penggunaan jilbab di lembaga publik serta pembukaan kembali Hagia Sophia sebagai tempat ibadah umat Islam pada 2020.
Transformasi juga terjadi pada sistem politik. Sejak 2018, Turki meninggalkan sistem parlementer dan menerapkan sistem presidensial eksekutif yang memberikan kewenangan lebih besar kepada presiden sekaligus menghapus jabatan perdana menteri.
AK Party didirikan pada 14 Agustus 2001 dan memenangkan pemilu setahun kemudian. Sejak itu, partai tersebut menjadi kekuatan dominan dalam politik Turki, dengan Erdogan sebagai figur sentralnya.
Memasuki seperempat abad kedua, Erdogan menegaskan AK Party belum selesai dengan agenda politiknya. Ia menyebut masih banyak pekerjaan untuk memperkuat ekonomi, pembangunan, pertahanan dan posisi Turki di tengah perubahan global.
Perjalanan AK Party selama 25 tahun menunjukkan bagaimana sebuah partai dapat mengubah bukan hanya pemerintahan, tetapi juga arah politik dan identitas sebuah negara. Era Erdogan pun menjadi salah satu periode terpanjang dan paling menentukan dalam politik Turki modern.
