MALANG, MAL – Kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tidak hanya menyisakan persoalan pemadaman. Meluasnya area terdampak hingga sekitar 520 hektare mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan ekosistem kawasan konservasi tersebut.
Data terbaru TNBTS, Ahad (9/8) menyebutkan area terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 520 hektare. Api menjalar di sejumlah kawasan yang didominasi savana dan vegetasi lainnya.
Kebakaran menghanguskan tutupan vegetasi yang menjadi bagian penting dari ekosistem Bromo, mulai dari rumput dan semak hingga cemara gunung dan jenis tumbuhan lainnya.
Hilangnya vegetasi tersebut berpotensi mengganggu habitat berbagai satwa yang hidup di kawasan TNBTS. Ekosistem yang sebelumnya menjadi ruang hidup satwa kini harus menghadapi perubahan akibat hilangnya sebagian tutupan alami.
Dampak lain yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya kerentanan tanah terhadap erosi. Vegetasi memiliki peran dalam menjaga kestabilan tanah dan membantu mengatur tata air kawasan.
Ketika tutupan lahan terbakar dan musim hujan datang, permukaan tanah yang kehilangan pelindung alami akan lebih mudah mengalami erosi, terutama di kawasan dengan kontur terjal.
Kondisi tersebut membuat persoalan kebakaran Bromo tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan.
Pemulihan ekosistem akan membutuhkan waktu lebih panjang. Kawasan yang terbakar perlu dipantau untuk mengetahui kemampuan vegetasi tumbuh kembali serta memastikan tidak terjadi kerusakan lanjutan.
Kebakaran berulang juga menjadi tantangan tersendiri bagi kawasan konservasi. Jika kejadian serupa terus terjadi, fungsi ekologis kawasan dapat semakin tertekan.
Karena itu, penanganan kebakaran Bromo tidak hanya membutuhkan upaya pemadaman, tetapi juga langkah pemulihan dan pencegahan agar kawasan konservasi tersebut tetap mampu menjalankan fungsi ekologisnya.
Sementara proses penanganan kebakaran berlangsung, TNBTS telah menutup total seluruh akses wisata Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
